POJOKSATU.id, MUSISI Anji turut bersuara soal royalti lagu yang tidak didapatkan pencipta lagu, ketika karyanya dibawakan penyanyi lain saat manggung.
Bahkan, Anji merinci ada lima lagu ciptaannya yang hits, yang selama ini dinyanyikan di berbagai acara komersil, namun tak sepeserpun mendapatkan royalti.
"Lagu apa saja sih yang saya tidak pernah dapat royalti performing dari Konser? 'Bersama Bintang (Drive) dan lagu lainnya, 'Merindukanmu (D’Masiv), Putus atau Terus (Judika), 'Berpisah itu Mudah' (Rizky Febian & Mikha), 'Tentang Kamu' (Lyodra), 'Percaya & Lelah Dilatih Rindy' (Chintya Gabriella)," tulis Anji dikutip dalam laman Instagram-nya, Senin, 15 Januari 2024.
Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto itu mengatakan pernah mempertanyakan soal royalti lagu itu ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
"Kalau ditanya, jawabannya selalu “EO enggak mau bayar”. Ya cari cara dong. Kalau enggak, acaranya melanggar hukum. Musisi/manajemen punya andil besar buat mengingatkan penyelenggara acara," jelasnya.
Mantan vokalis Drive itu mengatakan tata kelola industri musik memang harus diperbaki, bukan hanya bisa larang melarang.
Namun, di sini lain, kata Anji, musisi/penyanyi harus memastikan apakah pencipta lagu-lagu yang mereka bawakan sudah pasti mendapat haknya?.
"Karena jika tidak, acara yang mengundang mereka dipastikan melanggar UU. Bisa diperkarakan. Kalimat “Pencipta lagu kan dapat dari LMK(N)“ harus dipastikan terjadi atau tidak. Karena berdasarkan pengalaman pribadi saya, nilainya 0 Rupiah. Yuk, pastikan pencipta lagu mendapatkan haknya," tuturnya.
Anji juga merespon cuitan Rian D'Masiv yang mempersilahkan lagu ciptaanya dinyanyikan orang lain, tapi EO acara harus bertanggung jawab terhadap royalti lagu yang dibawakan artis yang mereka undang.
"Menyempurnakan apa yang ditulis @rianekkypradipta. Karena dari lagu 'Merindukanmu' laporan royalti performing dari pertunjukan musik untuk saya adalah 0 Rupiah," tegasnya.
Padahal, menurutnya, dalam setahun bisa ratusan kali D’Masiv manggung dan banyak musisi lain yang membawakan lagu itu.
"Tidak mungkin hasil dari ‘Concert’ adalah 0. Walaupun itu bukan lagu yang ditulis sendiri, tapi saya juga memiliki hak ekonomi atas lagunya," tukasnya.
Anji menjelaskan dirinya hanyalah satu dari ribuan pencipta lagu yang tidak mendapat hak ekonominya dari panggung-panggung musik.
"Beruntungnya saya masih bisa mendapat manfaat ekonomi dengan membawakannya sendiri di panggung. Makanya saya tidak melakukan pelarangan. Saya masih melakukan ajakan-ajakan bersifat persuasif," sebutnya.
Untuk itulah dia bersuara agar tata kelola musik jelas harus diperbaiki. Dan, itu memakan waktu. Terbukti bertahun-tahun terus begitu, makanya banyak pencipta lagu melakukan pelarangan.
"Karena mereka tidak mendapat hak ekonomi sementara penyanyi/musisi yang membawakan karyanya mendapat ratusan juta/miliaran," tukasnya.
Anji juga menekankan tidak semua pencipta lagu adalah performer. "Ini yang perlu dicatat. Banyak Pencipta lagu hits yang tidak aktif sebagai Performer. Kita juga harus memikirkan hak mereka," jelasnya.
Dia berharap jangan terjadi ‘bentrokan’ antara pencipta lagu dan penyanyi, sebaiknya justru saling menguatkan dan saling dukung dalam ekosistem musik.
"Yuk mulai saling peduli. Pastikan penyelenggara acara membayarkan hak pencipta lagu," pungkas Anji. ***

