POJOKSATU.id, DESAINER Ivan Gunawan menyampaikan permintaan maaf usai jadi bulan-bulanan netizen, karena dianggap membuat bercandaan kasus pelecehan seksual Saipul Jamil.

Ivan Gunawan mengakui salah atas beredarnya video bercandaan kasus Saipul Jamil. Dia menerima dianggap tidak berempati dengan korban, dan meminta maaf.

"Pada kesempatan kali ini, saya Ivan Gunawan, saya mengaku salah atas beredarnya video yang beberapa hari ini beredar di sosial media," ujar Ivan Gunawan di akun TikTok-nya, Minggu, 14 April 2024.

Dia menyadari tidak seharusnya membuat bercandaan tersebut. "Saya sadar bahwa bercandaan di video tersebut adalah bercandaan yang tidak seharusnya saya lakukan dan terjadi, apalagi sampai diposting," ungkapnya.

Baca Juga: Putus dari Rizky Irmansyah, Nikita Mirzani Ungkap Sang Mantan Kekasih Sumber Kekerasan Mental dan Fisiknya selama Mereka Berhubungan

Tak hanya itu, Igun-sapaan Ivan Gunawan juga meminta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyaksikan video itu.

"Khususnya buat teman-teman yang mengalami kekerasan seksual, saya tahu sangat sulit melupakan permasalahan yang telah kalian alami, saya sekali lagi saya mohon maaf," pungkasnya.

Dari video kontroversi yang sempat diunggahnya, Igun berada pada satu momen bagi-bagi uang. Dia melontarkan satu pertanyaan untuk bisa dijawab dan akan diberinya uang.

Baca Juga: Pertemanan Bikin Kaget, Lee Know Stray Kids Bersama Cha Eunwoo Kunjungi Jungkook BTS yang Sedang Jalani Wajib Militer

Dan, dia menyinggung kasus Saipul Jamil. "Siapa artis yang pernah kasus pencabulan?," tanyanya.

Orang-orang pun spontan menjawab Saipul Jamil. Tak disangka pedangdut tersebut ada di lokasi.

Secara mengagetkan dia mengakui kalau itu adalah kasusnya dulu, dengan kalimat menjijikan.

"Sebenarnya bukan pencabulan tapi penghisapan," ujar mantan suami Dewi Perssik itu dengan santainya.

Baca Juga: Berkah Lebaran, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Adopsi Bayi Cewek, Diazani Langsung dan Diberi Nama Lily

Sontak kalimat itu membuat Saipul Jamil dan Ivan Gunawan dihujat karena tak memikirkan nasib korban yang tidak mudah menyembuhkan trauma pelecehan seksual. ***