POJOKSATU.id, AKTIVIS dan penulis ternama Amerika Serikat (AS) Jeffery Shaun King dan istrinya Rai King telah masuk Islam atau mualaf pada malam pertama Ramadhan 1445 H waktu setempat di Valley Ranch Islamic Center (VRIC) di Irving, Texas.
Shaun King dan istrinya mualaf dibimbing oleh ulama AS Syekh Omar Suleiman dan proses ini disiarkan secara langsung via Instagram Khaled Beydoun.
Omar Suleiman lebih dulu membimbing Shaun King jadi mualaf dengan meminta mengikutinya kalimat syahadat, kemudian dilanjutkan dengan Rai King.
Shaung King mengenakan syal identik dengan perjuangan Palestina dan istrinya mengenakan hijab saat prosesi mualaf itu.
Baca Juga: Sadar Usianya Tak Mudanya untuk Hamil, Dewi Perssik Lakukan Pembekuan Sel Telur
Pria 44 tahun itu mengaku sangat senang bisa jadi mualaf. Dan, salah satu penyebabnya masuk Islam karena melihat perjuangan warga Gaza yang mengalami genosida terparah, namun tetap teguh dengan keyakinannya.
"Aku ada di sini setelah 6 bulan sejak 7 Oktober melihat penderitaan yang terjadi Gaza. Masyarakat di sana menyambutku seperti teman. Itu menyentuh hatiku melihat orang-orang yang ada di situasi paling berbahaya di planet ini, masih bisa sesekali melihat reruntuhan rumah dan menyebut dunia ini tidak ada artinya," tuturnya.
"Keyakina mereka dan pengabdian mereka terhadap Islam tidak hanya membuka hatiku tapi juga jutaan manusia di dunia," sambungnya.
Dia juga memastikan Omar Suleiman tidak memaksanya masuk Islam, meski mereka sudah berteman 10 tahun.
"Pertemananku dengannya sangat berharga bagiku. Dan tidak sekalipun dalam perterman kami yang sudah berjalan 10 tahun dia memaksaku masuk Islam," ujarnya.
Pun dengan istrinya, Shaun King menegaskan masuk Islam tidak dalam paksaan. "Istriku wanita yang luar biasa, dia ikut masuk Islam bukan karena aku memaksanya. Karena itu datang dari hatinya," jelasnya.
Seperti diketahui, Shaun King selama ini dikenal karena suaranya lantang dan menggunakan media sosialnya menaikkan gerakan diantaranya Black Lives Matter.
Dia juga banyak bergerak menyuarakan penderitaan warga Gaza yang jadi korban genosida oleh tentara Israel yang berujung Instagram memblokir akunnya.
Shaun, dengan lebih dari enam juta pengikut, mengungkapkan rasa frustrasinya atas larangan Instagram terhadap dirinya karena mengadvokasi hak-hak dan martabat Palestina.
Shaun telah berbagi banyak postingan pro-Palestina sejak 7 Oktober, dan mengkritisi kebrutalan Israel yang menyebabkan kehancuran di Jalur Gaza. Dia juga menyerukan diakhirinya genosida itu. ***

