POJOKSATU.id - Setiap negara memiliki nilai, budaya, dan keyakinan yang berbeda, tetapi perkembangan teknologi telah mempengaruhi perubahan dalam hal ini.

Dengan akses mudah dan cepat ke informasi dan berita melalui smartphone dan internet, budaya dan norma-norma tersebut bisa berubah.

Sebagai akibatnya, beberapa film vulgar internasional tidak diizinkan untuk ditayangkan di Indonesia.

Alasannya bermacam-macam, termasuk adegan kekerasan dan konten pornografi yang dianggap dapat merusak moral dan etika penonton.

Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Film Sewu Dino, Ritual Hilangkan Santet Seribu Hari

Berikut ini daftar tujuh film vulgar yang dilarang tayang di Indonesia beserta alasannya

1. Fifty Shades of Grey

Salah satu film Barat yang tidak diizinkan tayang di Indonesia karena mengandung unsur-unsur seksualitas eksplisit.

Ini dianggap tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya Indonesia yang umumnya lebih konservatif dalam hal konten seksual di media.

Dalam hal kontennya, film ini memiliki kesulitan mendapatkan izin tayang karena dianggap tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

Berdasarkan berbagai aspek penilaian dan tuntutan dari beberapa kelompok masyarakat, akhirnya Fifty Shades of Grey tidak diperbolehkan untuk ditayangkan di bioskop Indonesia.

2. The Handmaiden

Film asal Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2016 dan berlatar waktu pada masa penjajahan Jepang.

Namun, film ini mengandung banyak adegan seksual dan kontroversial, termasuk adegan homoseksual dan BDSM, yang dianggap tidak sesuai dengan budaya konservatif Indonesia.

Sebagai akibatnya, film ini tidak diizinkan tayang di Indonesia, Meski mendapat rating yang cukup tinggi di IMDb,

The Handmaiden tetap tidak mendapat izin tayang karena mengandung konten yang bertentangan dengan moral dan budaya Indonesia.

Baca Juga: Sinopsis Film The Guilty, Aksi Operator Telepon Darurat 911 Selamatkan Penelepon yang Frustasi

3. Balibo

Sebuah film Australia yang dirilis pada tahun 2009. Film ini tidak diizinkan tayang di Indonesia karena memuat cerita mengenai pembunuhan lima wartawan asing di Timor Timur pada tahun 1975.

Saat itu, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia sedang tegang, dan isu-isu sejarah yang sensitif seperti peristiwa Timor Timur dapat memicu ketegangan lebih lanjut dalam hubungan kedua negara.

 Oleh karena itu, film ini dilarang tayang di Indonesia atas pertimbangan diplomasi.

4. Pengakuan Seorang Pelacur

Film yang dilarang tayang di Indonesia tidak selalu berasal dari luar negeri contoh yang lain adalah film "Pengakuan Seorang Pelacur" yang diproduksi oleh Sagar M.M pada tahun 2010.

Judul filmnya sendiri sudah mencerminkan kontroversialitas dan vulgarnya.

Film ini menceritakan kisah seorang perempuan yang memutuskan untuk menjadi pelacur sebagai bentuk perlawanan terhadap patriarki.

Setelah melalui banyak pertimbangan dan penilaian, KPI akhirnya melarang penayangan film ini karena dianggap melanggar standar moral dan etika yang berlaku.

Baca Juga: Rekomendasi Film Romantis Indonesia Penuh Emosi Hingga Kesedihan, Nomor 6 Bikin Greget!

5. Kucumbu Tubuh Indahku

Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho telah menjadi perbincangan viral dan memicu perdebatan antara dua kelompok.

Perdebatan tersebut timbul karena film ini secara eksplisit mengangkat isu-isu identitas gender dan seksualitas.

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap homoseksualitas sebagai hal yang sangat tabu dan melanggar norma sosial dan budaya.

Oleh karena itu, banyak yang tidak mendukung tayangan yang membahas tema ini dengan sangat terbuka.

Dengan mempertimbangkan tuntutan masyarakat dan penilaian, KPI memutuskan untuk melarang penayangan film ini karena dianggap bertentangan dengan budaya, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang sangat diyakini oleh masyarakat.

6. The Look of Silence

Film ini merupakan produksi Indonesia yang mengisahkan kisah seorang pria bernama Adi Rukun yang mencoba mengungkap kebenaran tentang kematian kakaknya yang dituduh sebagai anggota PKI dalam peristiwa pembantaian massal tahun 1965-1966, setelah gerakan G30S/PKI.

Meskipun film ini mendapat pujian dan bahkan berhasil tayang di Festival Film Venice serta masuk nominasi Oscar kategori Best Documentary Feature, tema yang diangkat sangat sensitif.

Oleh karena itu, film ini akhirnya dilarang untuk tayang di bioskop Indonesia.

Baca Juga: Deretan Film Ini Tayang Terakhir di Netflix pada Oktober 2023! Segera Tonton Sebelum Hilang

7. Suspiria

Sebuah remake dari film Italia yang memiliki judul yang sama, yang awalnya dirilis pada tahun 1977.

Film ini termasuk dalam genre horor dan mengisahkan tentang pengalaman mengerikan seorang balerina muda bernama Susie Bannion setelah bergabung dengan sebuah sekolah tari prestisius di Berlin.

Selama berada di sekolah tersebut, Susie mulai menyadari bahwa sekolah tersebut terlibat dalam ritual-ritual gelap yang sangat menakutkan.

Dia kemudian berusaha untuk mengungkap rahasia-rahasia gelap yang tersembunyi di dalam sekolah tersebut.

Meskipun sinopsisnya menjanjikan ketegangan dan ketakutan, film vulgar ini dihentikan dari penayangan di Indonesia karena mengandung adegan-adegan yang melibatkan penindasan, kekerasan seksual, dan kejahatan yang sangat mengerikan.

Lembaga Film Indonesia memutuskan bahwa film vulgar ini tidak sesuai dengan standar moral dan etika yang berlaku di Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa tidak hanya film-film Hollywood yang terkena dampak ini, bahkan beberapa film vulgar produksi dalam negeri juga dapat menghadapi larangan tayang di Indonesia.***