POJOKSATU.id - Bullying tak hanya terbatas pada tindakan fisik, melainkan juga mencakup pelecehan verbal dalam bentuk kata-kata kasar dan benci.
Korban bullying sering mengalami dampak psikologis dan mental yang serius, termasuk hilangnya kepercayaan diri yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.
Bullying dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.
Baca Juga: 7 Film Vulgar yang Dilarang Tayang di Indonesia, Nomor 4 Paling Brutal!
Sayangnya, tekanan yang berkepanjangan dari bullying dapat memicu pemikiran bunuh diri pada beberapa korban.
Berikut ini 5 film bullying yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran
1. Whispering Corridors 6: The Humming
Sebuah film horor asal Korea Selatan yang berlatar belakang di sekolah yang memiliki reputasi angker.
Film ini menggambarkan sebuah sekolah yang telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa mengerikan, termasuk pembunuhan dan fenomena supranatural.
Cerita film ini berfokus pada seorang guru bernama Eun-hee, yang pada masa sekolahnya sendiri menjadi korban perundungan oleh teman-temannya, menyebabkan hilangnya sebagian ingatannya.
Ketika dia kembali ke sekolah yang sama sebagai wakil kepala sekolah, dia mulai mengalami berbagai kejadian aneh, seperti pintu kamar mandi yang terkunci secara otomatis.
Sejak saat itu, Eun-hee menyadari bahwa ada hal yang aneh tersimpan di sekolah yang memicu banyaknya kejadian-kejadian mistis di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Film Sewu Dino, Ritual Hilangkan Santet Seribu Hari
2. The Karate Kid
Film drama ini bergenre, aksi, dan olahraga yang mengisahkan kisah seorang remaja dari Amerika Serikat yang berpindah ke China.
Setelah tiba di China, dia mengalami kesulitan beradaptasi dan merasa kesepian karena sulit untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.
Bahkan, dia menjadi korban perundungan oleh sekelompok anak yang memiliki keahlian dalam karate.
Suatu hari, remaja itu bertemu dengan seorang pria tua yang sedang memperbaiki sebuah mobil tua.
Meskipun pria itu terlihat kurang bersemangat dan kehilangan motivasi dalam hidup, dia memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa.
Remaja tersebut kemudian memohon pada pria tua tersebut untuk mengajarnya ilmu bela diri.
Awalnya, pria tua itu menolak dan menyarankan untuk mencoba berbicara dengan guru-guru bela diri anak-anak yang pernah membullynya untuk menghentikan perundungan tersebut.
Namun, guru anak-anak yang bersifat nakal itu menolak tawaran tersebut dan malah mengajukan tantangan kepada remaja itu untuk berpartisipasi dalam sebuah turnamen bela diri melawan anak-anak didiknya.
3. Wonder
Film drama Amerika yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya R.J. Palacio.
Film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang anak laki-laki bernama August yang dilahirkan dengan kelainan wajah yang serius.
Untuk memperbaiki penampilannya, August harus menjalani serangkaian operasi plastik.
Kondisi medisnya membuat August menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah bersama orang tua.
Namun, ketika dia memulai sekolah dasar, dia dihadapkan pada tantangan besar.
Meskipun August adalah seorang anak yang cerdas dan berbakat, penampilannya yang berbeda menjadikannya sasaran perundungan oleh beberapa teman sekelasnya.
Film ini mengikuti perjuangan August dalam mengatasi situasi bullying dan upayanya untuk diterima oleh teman-temannya, hingga mencapai akhir yang penuh inspirasi.
Baca Juga: Sinopsis Film The Guilty, Aksi Operator Telepon Darurat 911 Selamatkan Penelepon yang Frustasi
4. The Perks of Being a Wallflower
Film drama romantis yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Stephen Chbosky.
Film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang remaja bernama Charlie, yang memiliki sifat introvert dan memulai tahun pertamanya di SMA.
Ia adalah seorang yang pemalu dan lebih suka mengamati kehidupan dari latar belakang, sehingga ia menyebut dirinya sebagai "wallflower."
Segalanya berubah dalam hidup Charlie ketika ia menjadi teman baik dengan dua siswa senior, yaitu Sam dan Patrick.
Kedua teman barunya ini membawa Charlie ke dalam lingkaran pertemanan yang berbeda dan membantunya mengalami berbagai pengalaman baru.
Meskipun begitu, Charlie masih menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan kedua temannya.
Hal ini disebabkan oleh masa lalunya yang kelam dan masalah trauma yang belum ia selesaikan sejak masa kecilnya.
Baca Juga: Rekomendasi Film Romantis Indonesia Penuh Emosi Hingga Kesedihan, Nomor 6 Bikin Greget!
5. After Lucia
Film Meksiko yang mengeksplorasi tema bullying di kalangan remaja.
Film ini berkisah tentang Roberto, seorang gadis yang bersama ayahnya pindah ke kota baru setelah kehilangan ibunya dalam kecelakaan tragis.
Mereka berdua berusaha untuk memulai kehidupan baru dan mengatasi kesedihan.
Awalnya, Roberto tampak berhasil menyesuaikan diri dengan sekolah barunya dan bahkan mendapatkan teman-teman baru.
Namun, kebahagiaannya hancur ketika ia menjadi korban perundungan oleh sekelompok teman sekelasnya.
Mereka mulai mengintimidasi dan menyiksa Roberto secara verbal dan fisik.
Film ini mengilustrasikan konsekuensi berbahaya dari perkembangan teknologi dan internet dalam masyarakat modern.
Selain itu, film bullying ini juga mengupas berbagai isu seperti pelanggaran privasi, perundungan daring, dan kesulitan dalam berkomunikasi di era digital.
Itulah, 5 film bullying yang bisa dijadikan pembelajaran agar memahami nilai-nilai penting seperti empati, rasa hormat, dan keberanian.***

