POJOKSATU.id - Film Palestina menampilkan keberagaman yang luar biasa.

Di tengah konflik yang berlarut-larut, negara ini telah menciptakan banyak kisah menginspirasi dan indah yang diangkat dalam karya-karya sinematik yang menarik.

Selama beberapa dekade terakhir, masyarakat Palestina telah menggunakan seni sinema dan pembuatan film untuk menceritakan kisah-kisah tentang keluarga, teman, dan anggota komunitas mereka.

Baca Juga: Angga Yunanda Bersaing di Layar Lebar dengan Dua Bintang Taiwan dalam Film Malice

Film terbaik dari Palestina adalah rekomendasi yang sangat menarik untuk dinikmati.

Apakah kamu tertarik untuk menontonnya? Inilah beberapa film terbaik dari Palestina

1. Omar (2013)

Film ini berfokus pada tema cinta dan pengkhianatan dan digarap oleh Hany Abu-Assad, seorang penulis dan sutradara.

Omar, yang dinominasikan untuk Academy Award, mengisahkan kisah seorang pemuda Palestina bernama Omar.

Setelah merasa dikhianati dan dipaksa untuk mengakui kesalahannya dalam sebuah asosiasi yang terlibat dalam pembunuhan seorang tentara Israel, Omar terpaksa menjadi seorang informan.

Dia terperangkap dalam situasi sulit di mana dia harus memilih antara tetap berpegang pada prinsip-prinsipnya untuk mempertahankan negaranya atau mengambil langkah-langkah realistis untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

2. Paradise Now (2005)

Kisah dalam film ini mengisahkan tentang persahabatan antara dua penduduk Palestina yang tinggal di Nablus, Tepi Barat, yaitu Said dan Khaled.

Mereka bekerja sebagai montir mobil di sebuah bengkel kecil dan menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan mereka.

Karena merasa kesulitan ekonomi, akhirnya mereka menerima tawaran untuk terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Tel Aviv, Israel.

Film ini ditulis oleh Hany Abu-Assad, Bero Beyer, dan Pierre Hodgson, dengan Hany Abu-Assad sebagai sutradaranya.

Film ini juga meraih penghargaan di beberapa festival film internasional karena kesuksesannya.

Baca Juga: Sinopsis Film Imam Tanpa Makmum, Perjalanan Imam Mencari Pasangan Hidup

3. The Time That Remains (2009)

Film ini adalah sebuah karya satir semi-otobiografi yang menceritakan kehidupan keluarga di Palestina pada tahun 1948.

Film ini mengangkat tema tentang cinta, keluarga, dan konflik bersenjata.

Elia Suleiman berperan sebagai penulis dan sutradara dalam pembuatan film ini.

Inspirasi untuk film ini berasal dari catatan harian seorang ayah yang mencatat kisah tragis keluarganya yang terpaksa meninggalkan Palestina.

Film ini juga mencerminkan realitas masyarakat Palestina yang memutuskan untuk tetap tinggal, namun dianggap sebagai minoritas Israel-Arab dalam negeri mereka sendiri.

4. Farha (2021)

Film yang tersedia di Netflix ini mengisahkan perjalanan seorang gadis asal Palestina yang mengalami proses pematangan saat masa kekerasan pada tahun 1948, yang merupakan saat Israel menyatakan kemerdekaannya.

Menurut pihak Israel, film Farha dianggap mengubah sejarah secara tidak akurat dan mereka mengusulkan boikot terhadapnya.

Cerita film Farha berkisah tentang seorang gadis berusia 14 tahun yang melarikan diri dari desa terpencil dan pergi ke kota dengan harapan menjadi seorang guru.

Namun, dia menghadapi banyak hambatan akibat konflik antara Arab dan Yahudi di Palestina.

Meskipun mendapat kecaman dari Israel, film ini berhasil mendapatkan nominasi resmi dalam Yordanian Academy Awards yang ke-95.

Melalui tayangan film ini, penonton dari Amerika Serikat dan Eropa juga dapat mendapatkan sudut pandang yang lebih luas terkait narasi sejarah.

5. The Idol (2015)

Film ini, yang memiliki durasi 1 jam 40 menit, merupakan karya dari dua sutradara dan penulis, yaitu Hany Abu-Assad dan Sameh Zoabi.

The Idol bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang telah kehilangan semangat untuk mengejar impian mereka.

Film ini mengisahkan perjuangan seorang pemuda bernama Mohammed, yang berasal dari Gaza, dalam usahanya untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang penyanyi.

Karena memiliki suara yang luar biasa, Mohammed berusaha untuk meningkatkan kemampuan vokalnya dan mengikuti kompetisi bernyanyi, yaitu Arab Idol.

Namun, perjalanan menuju mimpinya tidaklah mudah, karena ia mengalami kehilangan sahabat yang menyebabkan kesedihan mendalam.

Meskipun begitu, ia tetap berjuang untuk mengikuti kompetisi meskipun harus meninggalkan Gaza dan mencari cara untuk pergi tanpa visa.

Baca Juga: Sinopsis Film Totally Killer, Perjalanan Waktu ke Masa Pembunuhan Berantai Sweet Sixteen

6. 200 Meters (2020)

Film bergenre keluarga ini, yang ditulis dan disutradarai oleh Ameen Nayfeh, memiliki durasi 1 jam 37 menit, dan bisa menjadi pilihan rekomendasi tontonan bagi seluruh keluarga.

Cerita dalam film 200 Meters mengisahkan tentang seorang pria bernama Mustafa, yang hidup terpisah jauh dari keluarganya karena tembok perbatasan Israel.

Istri Mustafa, Salwa, beserta anak-anaknya adalah warga negara Israel.

Mustafa memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluarganya di Israel karena merasa hukum yang berlaku di sana tidak adil.

Suatu hari, Mustafa menerima kabar bahwa putra kesayangannya sakit parah, sehingga ia harus menempuh perjalanan sepanjang 200 kilometer untuk mencapai mereka, walaupun sebelumnya hanya perlu menempuh jarak 200 meter.

Pengorbanan seorang ayah untuk menyatukan kembali keluarganya sangat tergambar dengan kuat dalam alur cerita film ini.

7. Gaza Mon Amour (2020)

Film yang memiliki durasi 1 jam 27 menit ini merupakan salah satu film romantis yang mendapat pengakuan.

Pada Academy Awards ke-93 di tahun 2021, film ini bahkan masuk dalam kategori Film Fitur Internasional Terbaik.

Gaza Mon Amour mengisahkan tentang Issa, seorang pria berusia 60 tahun yang secara diam-diam merasakan cinta kepada Siham, seorang wanita pekerja pasar.

Ketika Issa sedang menjala ikan, ia menemukan sebuah patung lingga kuno Apollo yang langka.

Namun, ia memilih untuk menyembunyikan penemuan tersebut dan melihatnya sebagai harta karun yang dapat mengubah nasibnya.

Hal yang menarik, penemuan ini mengembangkan rasa percaya dirinya, dan akhirnya Issa memutuskan untuk mendekati Siham dengan perasaannya.

8. It Must Be Heaven (2019)

Film bergenre drama komedi ini adalah karya dari Elia Suleiman, yang tidak hanya menulis dan menyutradarai film ini, tetapi juga berperan sebagai tokoh utama.

Film ini mengisahkan perjalanan Elia Suleiman dalam upayanya meninggalkan Palestina, dengan tujuan membuktikan bahwa Palestina merupakan negara yang terpinggirkan jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya.

Dalam perjalanannya, ia menjelajahi kota-kota seperti Paris, Perancis, dan New York, Amerika Serikat.

Film ini juga memiliki prestasi luar biasa, termasuk seleksi untuk bersaing memperebutkan Palme d'Or di Festival Film Cannes 2019. 

Selain itu, film ini juga dipilih sebagai perwakilan Palestina untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards ke-92.

9. The Present (2020)

Film pendek ini memiliki durasi selama 24 menit dan mengangkat tema drama keluarga. 

Ceritanya dimulai pada hari ulang tahun pernikahan Yusef dan istrinya. 

Yusef bersama putrinya yang masih kecil pergi ke Tepi Barat untuk mencari hadiah bagi sang istri. 

Namun, perjalanan menuju tempat perbelanjaan tidaklah mudah karena mereka harus melewati jalan yang terpisah dan menghadapi tentara di pos pemeriksaan.

Baca Juga: Sinopsis Film The Pilot, Seorang Pilot yang Menghadapi Pilihan Sulit Akibat Teroris

 10. Medierranean Fever (2022)

Film yang dibuat oleh Maha Haj dari Palestina ini memiliki genre yang mencakup komedi dan drama keluarga.

Mediterranean Fever mengisahkan kisah seorang pria bernama Waleed, yang berusia 40 tahun dan tinggal di Haifa, Palestina bersama istri dan anak-anaknya.

Meskipun menderita depresi kronis, Waleed berusaha mengejar karier sebagai penulis.

Waleed menjalin hubungan dengan tetangganya, yang merupakan seorang penjahat kriminal, dan mereka merencanakan sebuah rencana rahasia.

Namun, persahabatan mereka mengalami perubahan yang tak terduga, dan ini membawa mereka ke dalam perjalanan pertemuan yang kelam.

Berikut itulah deretan film Palestina yang menciptakan banyak kisah menginspirasi dan indah yang diangkat dalam karya-karya sinematik yang menarik.***