POJOKSATU.id - Organisasi konservasi alam World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia ikut menyambut baik arahan Prabowo Subianto yang meminta pendidikan lingkungan dimasukkan ke dalam silabus.

Tapi, menurut Manager Komunikasi dan Edukasi WWF, Diah Sulistiowati, langkah tersebut tak cukup bila hanya berhenti pada pemberian materi di ruang kelas.

Ia menegaskan, pendidikan lingkungan harus benar-benar hidup dalam keseharian siswa.

Sulis menjelaskan bahwa konsep Education for Sustainable Development (ESD) perlu diterapkan, agar siswa mampu mengembangkan empati, berpikir kritis, membuat keputusan yang bertanggung jawab, sekaligus membangun kecintaan pada alam.

Baca Juga: Disambut Positif, Prabowo Dorong Guru Tambah Materi Lingkungan, Medsos Mulai Ramai Bahas Kurikulum

Pendekatan itu, kata dia, akan jauh lebih kuat bila dijalankan lewat Whole School Approach.

“Pendekatan ini akan lebih kuat apabila diterapkan melalui Whole School Approach, di mana sekolah bergerak sebagai satu ekosistem,” ujarnya.

Artinya, kebijakan sekolah, metode pembelajaran, keterlibatan orang tua, peran guru, partisipasi siswa, hingga kolaborasi dengan komunitas harus berjalan selaras.

WWF Indonesia sendiri sudah menguji pendekatan ini melalui berbagai program di sejumlah daerah.

Baca Juga: Kartu Lama Resmi Tak Berlaku, KKS Baru Ambil Alih, Ribuan Penerima Terancam Tertunda Cair karena Belum Registrasi

Hasilnya, ketika seluruh unsur sekolah terlibat, pendidikan lingkungan terasa lebih relevan, menyenangkan, dan berkelanjutan.

“Integrasi pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran akan membantu membentuk generasi yang tidak hanya memahami isu-isu ekologis, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi untuk terlibat dalam solusi,” ungkap Sulis.

Ia juga menambahkan, keberhasilan pendidikan lingkungan tidak hanya berada di pundak guru.

Keluarga memegang peran besar dalam memperkuat nilai-nilai yang dipelajari anak di sekolah dan membawanya ke kebiasaan sehari-hari.

“Dengan keterlibatan keluarga, komunitas, dan sekolah secara bersama-sama, budaya peduli lingkungan dapat tumbuh lebih kuat,” tegasnya.

Baca Juga: Stop KONTEN MENYESATKAN, Sebut Purbaya Ingin Gaji Guru Setara DPR, Biasakan Baca Sumber Resmi

Arahan Prabowo untuk Guru di Seluruh Indonesia

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam sambutan pada Puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 meminta para guru mulai memasukkan edukasi lingkungan ke dalam silabus.

Ia menekankan pentingnya menjaga hutan, sungai, hingga mencegah pembabatan liar yang mengancam keseimbangan alam.

Perubahan iklim dan pemanasan global, menurutnya, adalah tantangan besar yang membutuhkan kesadaran generasi muda sejak dini.

Ia berharap siswa bisa tumbuh dengan kesadaran menjaga kelestarian alam dan memahami bagaimana tindakan manusia berdampak pada masa depan bumi.

Baca Juga: Mengurai Alur Resmi THR TPG 100 Persen: Dari Pendataan Daerah hingga Transfer Pusat

“Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon, perusakan hutan-hutan, benar-benar juga sungai-sungai harus kita jaga agar bersih,” kata Prabowo. ***