POJOKSATU.id — AIA Healthiest Schools (AHS) adalah program yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan bahagia melalui empat pilar utama: makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, serta sehat dan lestari.

Program ini tidak hanya menyediakan panduan pembelajaran untuk membangun kebiasaan hidup sehat, tetapi juga menyelenggarakan kompetisi dengan total hadiah hingga USD 100.000 berupa fasilitas dan sarana pendidikan dan kesempatan bagi pemenang untuk mewakili Indonesia di tingkat global.

Program ini bermaksud untuk memberdayakan guru dan siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, program ini telah diterapkan di beberapa negara di Asia dan Australia, menyesuaikan dengan kebutuhan kesehatan anak di setiap wilayah serta konteks budaya dan sosial masing-masing negara.

Baca Juga: Tak Hanya Dapat PIP Anak SD di Medan Yang Viral Duduk Di Lantai, Gratis SPP 6 Bulan. Begini Kata Yayasan Abdi Sukma

Memiliki visi jangka panjang, AHS memiliki dua program utama, yaitu Modul Pembelajaran Komprehensif dan Kompetisi AIA Healthiest Schools.

Dalam Modul Pembelajaran Komprehensif, para guru akan dibantu memperkaya rencana pembelajaran dalam empat pilar materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh para guru, yaitu: Makan Sehat, Gaya Hidup Aktif, Kesehatan Mental, serta Sehat dan Lestari.

Program ini sejalan dengan Gerakan Sekolah Sehat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pembelajaran para siswa dengan berfokus pada Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan di satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

School Roadshow

Sebagai bagian dari upaya mendukung program ini, AHS mengadakan School Roadshow berupa seminar.

Baca Juga: Syarat dan Cara Mengurus DTKS untuk PIP dan KIP Kuliah 2025 Online dan Offline

Seminar Roadshow ini dirancang sebagai salah satu langkah untuk memperkenalkan program AHS kepada rekan-rekan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lebih spesifik, salah satunya di Kota Bandung.

Bekerjasama dengan Cerita Guru Belajar, School Roadshow AIA Healthiest Schools, sukses menghadirkan kegiatan Seminar di SDN 260 Griya Bumi Antapani, Jl. Tanjungsari VI no. 40 Antapani, Bandung pada Sabtu (11/1/2025), lalu.

Dihadiri para guru dan sejumlah undangan seperti Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi (BBPMP) Jawa Barat, Mardi Wibowo, Ketua Tim Kerja Kemitraan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat, Aline Puspasari dan Resti Yuniarti, serta perwakilan Disdik Kota Bandung Kasie Kurikulum SD Jajang Hernawan.

Baca Juga: PBM 2025 : Inilah Daftar 30 Prodi UIN Jakarta untuk Jadi Pilihan bagi Calon Mahasiswa Jalur Seleksi SPAN PTKIN

Dalam kegiatan, peserta akan diperkenalkan dengan esensi dan tujuan program AHS, mendapatkan inspirasi dari praktik baik penerapan pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PjBL) di sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, serta mempelajari strategi efektif menerapkan PjBL bersama para ahli dan praktisi pendidikan.

Peserta juga diperkenalkan dengan alur lengkap program AHS, termasuk tahapan mentoring yang akan membekali tim-tim guru dari berbagai sekolah dengan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi AHS.

Manfaat untuk Guru dan Sekolah

Baca Juga: Segini Nilai Rata-Rata Kalau Mau Masuk UNDIP Pada SNPMB 2025, Ada Tiga Jalur yang Disiapkan!

"Alhamdulilah Progran AIA Healthiest Schools ini sangat bermanfaat bagi sekolah sehingga terciptanya lingkungan belajar yang lebih sehat dan menyenangkan," tanggap Kepala Sekolah SDN 260 Griya Bumi Antapani Kota Bandung, Yeti Nurhayati.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi guru sehingga guru dapat menambah wawasan tentang Modul Pembelajaran Komprehensif sehingga terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.

"Saran saya supaya program ini dapat diikuti oleh banyak peserta dan kegiatannya berlanjut," tambahnya.

Menghadirkan Anggayudha Ananda Rasa, Head of SMM Bandung dan Pelatih Guru Belajar, sebagai narasumber, kegiatan Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek yang Berdampak di Sekolah berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Baca Juga: MURID JUARA Alicia Yuna Firmansyah dari SDN 260 Griba Antapani Bandung, Berturut-turut Juara Kelas Tanpa Kehilangan Masa Bermain

Yeti juga mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, baik itu pihak AIA Healthiest Schools, Cerita Guru Belajar, Anggayudha sebagai narasumber, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Bandung, para tamu undangan dan seluruh peserta yang bersemangat mengikuti kegiatan yang terselenggara di sekolahnya.

Tingkatkan Kolaborasi

"Seminar Roadshow ini memang bertujuan untuk memotivasi para guru agar mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, yang tidak hanya mendorong inovasi dalam proses belajar-mengajar, tetapi juga meningkatkan kolaborasi antar guru dan murid," ungkap Anggayudha.

Baca Juga: Temu Pendidik Nusantara Daerah XI Kota Bandung Sukses Digelar, Jawab Tantangan Pendidikan, Tawarkan Kolaborasi Orangtua, Anak dan Sekolah

Melalui diskusi bersama para ahli dan praktisi pendidikan, sesi materi dalam Roadshow ini bertujuan untuk memastikan peserta memahami esensi program AHS, prinsip-prinsip PjBL, ide proyek dan penerapannya di sekolah untuk mewujudkan lingkungan belajar yang sehat.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang mengikuti workshop dan webinar ini mendapatkan sertifikat kepesertaan sebagai bukti para guru sudah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan. ***