POJOKSATU.id - Masih banyak dosen yang tertipu oleh jurnal predator karena tampilan websitenya terlihat meyakinkan.
Padahal, kalau ditelusuri lebih dalam, banyak tanda-tanda yang mencurigakan. Agar tak terjebak, yuk kenali ciri-cirinya dan pelajari tips memilih jurnal yang benar.
Ciri-Ciri Jurnal Predator yang Harus Dihindari
1. Tidak Terindeks di Scopus dan SJR.
Kalau nama jurnal tidak muncul di Scopus maupun SJR, besar kemungkinan itu jurnal abal-abal.
Baca Juga: Praktis Banget! Cara Bayar Pajak Motor Mobil Lewat Samsat Keliling, Lengkap Jadwal dan Titiknya
2. Nama Jurnal Mirip Jurnal Kredibel.
Banyak jurnal predator memakai nama hampir sama dengan jurnal populer. Misalnya, “Nature” asli punya domain nature.com, sementara yang palsu bisa pakai thenature.com atau nature.edu.
3. Biaya Publikasi Tidak Masuk Akal.
Kalau biaya publikasi terlalu tinggi atau diminta di awal sebelum naskah diterima, itu tanda bahaya.
4. Proses Review Tak Jelas.
Jurnal predator biasanya memproses artikel dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan hari. Padahal, peer review normal bisa memakan waktu berbulan-bulan.
5. Website Tidak Profesional.
Banyak typo, foto buram, dan tidak ada daftar editorial board yang jelas—itu tanda jurnal palsu.
Tips Memilih Jurnal Ilmiah yang Tepat
1. Jangan Terburu-Buru.
Semangat mengejar BKD boleh, tapi jangan sampai tergoda jurnal cepat terbit yang ternyata predator.
2. Selalu Crosscheck.
Cek keaslian jurnal di Scopus, SJR, dan perhatikan domain websitenya.
Baca Juga: Harga Bahan Bahan Pokok Sempat Bikin Panas, Tapi Inflasi Tetap Adem Inilah Alasannya!
3. Pastikan Aims dan Scope Sesuai.
Jurnal bereputasi memiliki cakupan riset yang spesifik. Pastikan topik penelitian Anda cocok.
4. Periksa Profil Editorial Board.
Konfirmasi ke reviewer atau dosen lain lewat Google Scholar untuk memastikan nama-nama editorial benar adanya.
5. Diskusikan dengan Kolega.
Jangan ragu berdiskusi di grup dosen atau peneliti. Pendapat kolega bisa jadi penyelamat dari jebakan jurnal predator.
Publikasi ilmiah seharusnya menjadi kebanggaan akademik, bukan sumber masalah.
Karena itu, selalu pastikan jurnal yang dituju benar-benar kredibel. Ingat, reputasi ilmiah dibangun dari kehati-hatian, bukan kecepatan. ***




