POJOKSATU.id - Data Badan Kepegawaian Negera atau BKN diduga mengalami kebocoran. Data yang bocor tersebut tidak lain terkait data-data aparatur sipil negar atau ASN.
Kebocoran data-data ASN di BKN ini diungkap Lembaga Riset Keamanan Siber, CISSReC. Disebutkan bahwa BKN telah diretas.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha mengungkap, hal ini terungkap berdasarkan unggahan di media sosial.
"Temuan ini berawal dari sebuah posting-an dari peretas dengan nama anonim TopiAx di Breachforums pada hari Sabtu 10 Agustus 2024," ungkap Pratama.
Baca Juga: Polda Minta DPO Kasus PPPK Eks Bupati Batubara Zahir Menyerah, Adiknya Mulai Disidang di PN Medan
Dalam unggahan tersebut, sang hacker mengklaim telah mendapatkan data dari BKN.
Jumlahnya pun tak main-main mencapai 4.759.218 baris yang berisi sangat banyak data.
Mulai dari nama, tempat lahir, tanggal lahir, gelar, tanggal CPNS, tanggal PNS, NIP, nomor SK CPNS, dan nomor SK PNS.
Lalu golongan, jabatan, instansi, alamat, nomor identitas, nomor HP, surel (email), pendidikan, jurusan, dan tahun lulus.
Baca Juga: Pemkab Pasuruan Beri Bantuan Pendidikan untuk 5.642 Lembaga Formal dan Non Formal
Selain data tersebut, masih banyak lagi data lainnya.
Baik yang berupa cleartext (informasi yang disimpan atau dikirim dalam bentuk yang tidak terenkripsi) maupun text yang sudah diproses dengan metode kriptografi.
Masih dalam unggahannya, sang peretas menawarkan data-data tersebut seharga 10 ribu Dollar Amerika atau sekitar Rp160 juta.
Pakar keamanan siber ini mengungkapkan bahwa peretas juga membagikan sampel data berisi 128 ASN yang berasal dari berbagai instansi di Aceh.
Pratama juga menyampaikan pihaknya sudah melakukan verifikasi secara random terhadap 13 ASN yang namanya tercantum dalam sampel data tersebut melalui WhatsApp.
"Menurut mereka data tersebut adalah valid meskipun ada yang menginformasikan tentang adanya kesalahan penulisan digit terakhir pada field NIP dan NIK," kata dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini.
Terkait hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini tengah melakukan penelusuran.
"Itu lagi ditelusuri," ucap Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Senin (12/8), dikutip dari Antara.
Dalam hal ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menelusuri dugaan kebocoran data BKN.
"Karena ada banyak informasi-informasi yang menyebutkan soal kebocoran data ini ya," ujar dia.
Ia menjelaskan, penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran dari dugaan kebocoran data yang dilaporkan.
Sebab sering kali data yang diklaim telah bocor oleh pelaku di dark web, sebenarnya bukanlah data yang sesungguhnya.
"Kadang-kadang data yang bocor itu bukan data yang seperti diklaim oleh pelakunya di dark web itu. Makanya, kami sedang telusuri," ungkap Nezar.
Terkait hal ini, ada baiknya Anda melakukan langkah antisipasi.
Salah satunya dengan mengganti password email dan akun-akun milik Anda lainnya.
Lakukan juga setting verifikasi dua arah agar data-data Anda tidak mudah dibobol.
Selain itu, jangan sembarangan meng-klik link-link yang datang dari nomor-nomor tidak dikenal atau link yang tidak jelas.
Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak jadi korban penipuan.***




