POJOKSATU.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menorehkan capaian membanggakan, kali ini dari dunia akademik.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu resmi meraih gelar Doktor dari IPB University setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEMA) IPB University, Bogor, Senin (15/12/2025).
Sidang tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional.
Baca Juga: Lebih 3 Pekan Bencana Banjir, 26 Kabupaten Kota di Sumatera Masih Tanggap Darurat, Ini Daftarnya
Enam tahun perjalanan akademik Sudaryono akhirnya berbuah manis dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4,0, sebuah prestasi yang tak banyak diraih di jenjang doktoral.
Dalam sidang promosi doktor itu, Wamentan Sudaryono memaparkan disertasi berjudul “Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia”.
Penelitian tersebut menyoroti pentingnya penguatan tata kelola serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah diterapkannya kebijakan holdingisasi.
"Setelah organisasi mengalami perubahan, aspek Key Strategic Performance Objective (KSPO) dan pengelolaan utang menjadi sangat krusial, sehingga penguatan organisasi dan sistem pengawasan kerja menjadi penting,” ujar Sudaryono dalam pemaparannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan holdingisasi dinilai tepat dan strategis, khususnya di sektor pertanian dan pupuk.
Menurut Sudaryono, sektor pupuk menjadi salah satu contoh paling berhasil dalam implementasi kebijakan tersebut.
"Subsidi pupuk yang tadinya di ujung produk akhir, dialihkan ke subsidi bahan baku, dan ini berimplikasi positif terhadap kinerja keuangan BUMN yaitu Pupuk Indonesia,” kata Wamentan Sudaryono yang juga dikenal sebagai anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah.
Lebih jauh, Sudaryono menjelaskan bahwa holdingisasi di sektor pupuk tidak hanya berdampak pada perbaikan kinerja perusahaan, tetapi juga menghadirkan efisiensi yang nyata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ada efisiensi 4,1 persen dan 3,6 persen yang digunakan untuk dikembalikan ke rakyat dalam bentuk diskon pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa input APBN anggaran baru," ungkapnya.
Baca Juga: THR Guru ASN 2025 Bergantung Data Pemda, 356 Daerah Sudah Diverifikasi
Latar belakang pendidikan Wamentan Sudaryono juga mencerminkan kedekatannya dengan sektor yang kini ia kelola.
Sejak awal, ia menempuh pendidikan tinggi di IPB University, kampus yang dikenal kuat dalam pengembangan ilmu pertanian, ekonomi, dan kebijakan publik.
Konsistensinya menapaki jenjang akademik di lingkungan yang sama menunjukkan fokus dan komitmen jangka panjang terhadap penguatan sektor pangan dan agribisnis nasional.
Baca Juga: Rp5,7 Triliun Digelontorkan, PSEL Cilowong Jadi Tonggak Baru Pengolahan Sampah Kota Serang
Pengalaman akademik tersebut kemudian diperkaya dengan kiprah profesional dan penugasan di berbagai ruang pengambilan kebijakan.
Kombinasi antara latar pendidikan, riset, dan pengalaman lapangan inilah yang membentuk sudut pandang Sudaryono dalam melihat isu strategis, termasuk saat merumuskan disertasi doktoralnya yang menyoroti kinerja dan tata kelola BUMN pasca holdingisasi. ***




