POJOKSATU.ID – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyoroti urgensi pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala guna memastikan efektivitas proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Dalam agenda Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) pada Kamis (9/4/2026), ditekankan bahwa penguatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup tenaga pengajar hingga tenaga kependidikan.
Fokus utama dalam evaluasi ini diarahkan pada peran strategis wali asuh dan wali asrama.
Menurut Agus Jabo, fungsi mereka melampaui urusan administratif karena mencakup aspek pengasuhan, pembentukan karakter, serta pendampingan sosial bagi para siswa.
Baca Juga: Pendaftar KIP Kuliah di SNBP 2026 Melonjak Tajam, Dominasi Penerima Berasal dari Desil Rendah
Mengingat para peserta didik berasal dari latar belakang keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan dinamika persoalan yang berbeda-beda, diperlukan pendekatan yang personal dan tepat sasaran.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, supervisi, serta evaluasi rutin menjadi keharusan agar para pendamping mampu menangani keberagaman latar belakang siswa tersebut secara maksimal.
Melalui sistem pendampingan yang solid, pemerintah berharap siswa Sekolah Rakyat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Baca Juga: Ribuan Siswa Penerima PIP Berhasil Tembus SNBP 2026 sebagai Calon Penerima KIP Kuliah
Tujuan jangka panjang dari penguatan kapasitas ini adalah:
1. Mendorong terciptanya pribadi yang berprestasi.
2. Membuka pola pikir siswa agar lebih adaptif dan progresif.
3. Menggerakkan kemandirian siswa untuk memutus rantai kemiskinan di masa depan.
Selain masalah kapasitas tenaga pendidik, rapat koordinasi tersebut juga membahas langkah antisipasi pasca-libur lebaran.
Agus Jabo menginstruksikan seluruh jajaran untuk proaktif melakukan pendataan terhadap siswa yang kembali ke sekolah.
Pihak sekolah dan wali asrama diminta untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dari sistem pembelajaran.
Jika ditemukan kendala lapangan, seperti hambatan biaya transportasi atau jarak tempuh yang menyulitkan siswa untuk kembali.
Para petugas diharapkan segera melaporkan kondisi tersebut demi mencari solusi bersama agar proses pendidikan anak-anak tetap terjaga tanpa hambatan.***




