POJOKSATU.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong implementasi perguruan tinggi berbasis research university untuk mempercepat inovasi bangsa dan menumbuhkan ekonomi berbasis sains di Indonesia.

"Di negara-negara yang berkembang pesat, universitas bukan hanya tempat mengajar, tetapi pusat riset dan inovasi. Tujuan utamanya, inovasi," ujar Wamen Stella dalam Antara Business Forum, Rabu (19/11/2025) di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa peningkatan inovasi melalui research university secara bertahap bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Pilar Saga Buka Festival Literasi Blandongan, Kukuhkan Bunda Literasi Tangsel

Stella memberi contoh Jerman pada era 1810-an, Amerika Serikat pada 1940-an, dan China pada 1980-an yang berhasil mengimplementasikan konsep ini.

Dampak transformasi tersebut baru bisa dipetik sekitar 50 tahun kemudian, terbukti dengan Jerman unggul dalam Perang Prusia 1870-an, AS di Perang Dingin 1989, dan China yang kini menjadi raksasa teknologi pada 2020-an.

"China, kita bisa lihat sekarang 2025, mereka mengubah pendidikan tinggi menjadi research university. Ini data nyata," tegasnya.

Baca Juga: Buron 2 Tahun, Kades di Brebes Tilep Dana Rp547 Juta Lalu Merengek Saat Ditangkap

Stella menambahkan, hingga kini klaster teknologi dan inovasi di China menyumbang 13,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia juga mengutip penelitian Fryman dan Balina (2016) bahwa riset berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi: 0,2 persen PDB jangka pendek dan 0,9 persen PDB jangka panjang.

"Kalau ingin mencapai 8 persen pertumbuhan ekonomi, kita harus memperhatikan riset.

Baca Juga: Awas! Peringatan BMKG untuk Pesisir Jawa, Sumatera hingga NTB, 18 Wilayah Pesisir Bersiap Hadapi Banjir Rob

Data sudah menunjukkan ini. Model ini jarang tersirat di benak kita, tapi harus dipikirkan sungguh-sungguh," katanya.

Pemerintah kini tengah meningkatkan kuantitas dan kualitas riset dalam negeri, termasuk menaikkan dana riset sebesar 218 persen dari Rp1,47 triliun menjadi Rp3,2 triliun dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Stella mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja keras menciptakan inovasi demi pertumbuhan ekonomi berbasis sains di Indonesia. ***