POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan unggahan di Facebook bernama “Lokernas BUMN Swasta” yang berisi tautan pendaftaran bantuan untuk guru honorer, adalah hoaks.

Untuk itu, para guru honorer diminta waspada dan tidak mempercayai postingan akun itu. Demikian dilansir dari akun resmi Komdigi, Sabtu, 7 Juni 2025.

"Beredar unggahan di Facebook yang berisi tautan pendaftaran bantuan untuk guru honorer. Dalam unggahan tersebut dituliskan bahwa bantuan akan diberikan setiap bulan untuk belasan ribu guru honorer," ungkap Komdigi.

Baca Juga: Polemik Raja Ampat, DPR : Faktor Ekologis Berpotensi Mengancam Penghidulam Masyarakat Lokal

Akun Facebook “Lokernas BUMN Swasta” mengunggah pemberitahuan pada Senin, 26 Mei 2025 dengan berisi narasi sebagai berikut;

"Kabar gembira bagi guru HONOR di seluruh Indonesia yang berstatus bukan aparatur sipil negara (ASN) dan terdaftar dalam sistem Daftar pokok pendidikan (dapodik). Ada bantuan yang disiapkan pemerintah, Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, “Nunuk Suryani”. Dia menyampaikan informasi terkait penyaluran bantuan bagi guru honorer. Kemendikdasmen siap menyalurkan bantuan bagi guru honorer yang berstatus bukan ASN serta terdaftar dalam sistem Dapodik. Yukk! Segera daftarkan diri anda melalui link pendaftaran dibawah ini:”

Komdigi menegaskan berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, tautan yang disertakan akun Facebook tersebut, ternyata mengarah kepada permintaan data pribadi guru.

Baca Juga: Pemakaman Ustadz Yahya Waloni Dilakukan di Purwakarta, Ternyata Ada Keinginan Bangun Masjid

"Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, tautan pendaftaran tersebut tidak mengarah pada ke laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kemendikdasmen.go.id, melainkan mengarah pada data pribadi seperti meminta nama lengkap, usia, jenis kelamin, dan nomor Telegram," jelas Komdigi.

Seperti diketahui, bantuan untuk guru honorer akan langsung ditransfer ke rekening pribadi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kriteria yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.

Sehingga, guru honorer diminta tidak terbujuk postingan-postingan di media sosial yang tidak resmi.

Baca Juga: Cek Daftar Peserta Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kepegawaian Periode Juni 2025, Berikut Jadwal Kegiatan Tersebut dari BKN

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan program bantuan tunjangan untuk guru honorer berpenghasilan rendah.

Program ini menjadi salah satu dari empat strategi utama di bidang pendidikan yang diumumkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa program ini akan memberikan bantuan senilai Rp300 ribu setiap bulan bagi masing-masing guru honorer.

Baca Juga: Masing-masing Dua Prodi FK dan Fikes UIN Jakarta Raih Akreditasi Unggul

Ia menyebut pelaksanaan bantuan akan dimulai pada bulan Juli, bersamaan dengan tahun ajaran baru.

"Tahun ini kita mulai pada tahun ajaran baru, bulan Juli, dan itu yang menerima sekitar 310 ribu guru di Indonesia," ungkap Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa tunjangan ini ditujukan kepada guru honorer yang belum tersertifikasi, memiliki pendapatan masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 10, serta tidak menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Cair Juni! Besaran TPG Triwulan II Setiap Guru Berbeda, Ditentukan Berdasarkan Kriteria yang Ada di Regulasi Terbaru!

Selain itu, penerima bantuan harus berada di bawah naungan Kemendikdasmen atau Kementerian Agama.

Meski teknis penyaluran belum sepenuhnya dijabarkan, Mendikdasmen menyampaikan bahwa skemanya akan dilakukan secara transfer langsung ke rekening guru. ***