POJOKSATU.ID - Kebijakan kerja aparatur sipil negara (ASN) mulai mengalami perubahan menarik.

Di tengah upaya pemerintah menekan konsumsi energi nasional, ASN kini didorong untuk bersepeda ke kantor saat Work From Office (WFO).

Bahkan, skema Work From Home (WFH) kembali disiapkan, bukan karena pandemi, melainkan demi efisiensi energi.

Iya, benar. Kalau dulu WFH identik dengan situasi darurat kesehatan, sekarang alasannya berbeda penghematan energi nasional.

Baca Juga: Pelatih Asal Italia Ini Kandidat Kuat Bos Baru Spurs, Langsung Kontrak Jangka Panjang

Kebijakan ini perlahan mulai diterapkan di sejumlah daerah.

Beberapa pemerintah daerah bahkan sudah lebih dulu menjalankan konsep tersebut sebagai bagian dari gerakan transportasi ramah lingkungan sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar.

Daerah yang tercatat telah melaksanakan kebijakan ini antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kota Mojokerto, Kabupaten Bojonegoro, Kota Malang, hingga Kabupaten Bogor.

Hmm, menarik ya. ASN bukan hanya diminta bekerja efektif, tapi juga ikut menjadi contoh gaya hidup hemat energi.

Baca Juga: Anggota TNI Tewas di Lebanon Kena Proyektil, Sekjen PBB Tak Jelas, Hanya Keluarkan Kecaman

Dorongan bersepeda ke kantor dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.

Selain mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, kebijakan ini juga membantu menekan emisi karbon serta mengurangi kemacetan di area perkotaan.

Beberapa kepala daerah bahkan mengemas program ini sebagai gerakan budaya kerja baru.

ASN diajak mengubah pola mobilitas harian menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan.

Jadi bukan sekadar aturan formal, tapi juga perubahan gaya hidup.

Di Kota Malang misalnya, sejumlah ASN mulai terlihat datang ke kantor menggunakan sepeda pada hari-hari tertentu yang telah ditetapkan sebagai “hari transportasi hijau”.

Sementara di Banyuwangi, konsep serupa dikombinasikan dengan kampanye kesehatan pegawai.

Eh, ternyata respons ASN cukup positif juga.

Baca Juga: Diam-Diam Jalan! Kasus Impor Mobil Pikap Koperasi Merah Putih Berlanjut, Ini Fakta Terbaru yang Belum Terungkap

Banyak yang mengaku merasa lebih segar saat bekerja setelah bersepeda di pagi hari.

Namun kebijakan hemat energi tidak berhenti di situ.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema WFH terbatas bagi ASN maupun karyawan swasta yang jenis pekerjaannya memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.

Tujuannya jelas mengurangi mobilitas harian yang berdampak pada konsumsi bahan bakar dan listrik secara nasional.

Baca Juga: Impor Solar Resmi Disetop! Indonesia Gaspol ke Biofuel Sawit B50, Target Berikutnya E20 dari Jagung dan Singkong

Konsep WFH versi terbaru ini berbeda dari masa pandemi.

Sistemnya lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan energi, bukan pembatasan aktivitas.

Instansi akan mengatur jadwal kerja hybrid agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Di Kabupaten Bogor, misalnya, beberapa unit kerja mulai menguji pola kerja kombinasi antara WFO dan WFH secara bergantian.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan produktivitas tidak menurun.

Sementara di Bojonegoro, kebijakan hemat energi juga dikaitkan dengan digitalisasi layanan pemerintahan.

Semakin banyak layanan dilakukan secara daring, semakin kecil kebutuhan perjalanan fisik pegawai maupun masyarakat.

Wah, perubahan ini menunjukkan arah baru birokrasi modern Indonesia.

ASN tidak lagi hanya identik dengan rutinitas kantor konvensional, tetapi mulai beradaptasi dengan isu lingkungan dan efisiensi energi.

Baca Juga: Pasca Lebaran, Pertamina Regional JBB Pastikan Distribusi Energi di Jakarta, Banten, dan Jabar Lancar

Meski begitu, tantangan tetap ada.

Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah, dan kesiapan infrastruktur digital di setiap daerah masih berbeda.

Pemerintah daerah pun diminta menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Pengamat kebijakan publik menilai langkah ini bisa menjadi awal transformasi besar pola kerja nasional.

Baca Juga: Rekrutmen Nasional Sarjana Koperasi Desa Merah Putih Ditutup 17 April 2026! Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Jika berhasil, model kerja hemat energi berpotensi diterapkan lebih luas, termasuk sektor swasta.

Bayangkan saja, jika sebagian pekerja bekerja dari rumah dan sebagian lagi beralih ke transportasi ramah lingkungan, konsumsi energi harian bisa ditekan cukup signifikan.

Jadi, kebijakan ASN bersepeda dan penerapan WFH bukan sekadar tren sesaat.

Ini bagian dari strategi jangka panjang menuju efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan.

Dan jujur saja, siapa sangka kebijakan hemat energi bisa dimulai dari hal sederhana seperti mengayuh sepeda ke kantor?

Kadang solusi besar memang berawal dari langkah kecil atau dalam kasus ini, kayuhan pedal.***