POJOKSATU.ID - Pemerintah Aceh mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan.

Untuk membantu penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan.

Berdasarkan laporan sejumlah media nasional dan lokal, sekitar 3.000 ASN diterjunkan pada tahap awal penanganan bencana.

Baca Juga: 58,26 Persen Guru PAI SD Belum Fasih Baca Alquran, Kemenag Rancang Perbaikan lewat Sejumlah Rekomendasi Strategis Ini

Mereka berasal dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Aceh dan terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di lapangan.

 

Ribuan ASN Terjun Langsung ke Lokasi Bencana

Para ASN relawan ditugaskan ke wilayah-wilayah terdampak banjir dan longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu fokus utama karena sejumlah fasilitas publik dan permukiman warga terdampak cukup parah.

Kehadiran ASN relawan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pembersihan lingkungan.

Baca Juga: Kemnaker Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Program Magang Nasional ke Polres Sukabumi

Serta mendukung pemulihan aktivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.

 

Fokus Aksi Kemanusiaan dan Gotong Royong

Di lapangan, para relawan ASN melaksanakan berbagai tugas kemanusiaan.

Kegiatan yang dilakukan antara lain membersihkan fasilitas umum, rumah ibadah, serta mencuci dan mengangkut lumpur sisa banjir yang menumpuk di lingkungan warga.

Selain itu, ASN juga membantu memastikan kebersihan lingkungan, memfasilitasi koordinasi layanan kesehatan dan sosial.

Serta memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat rentan yang terdampak bencana.

Baca Juga: Laporan Gratifikasi 2025 Naik Tajam, KPK Catat Hadiah dari Peserta Magang ke Mentor Ikut Dilaporkan

Aksi gotong royong ini menjadi bentuk nyata kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat di tengah kondisi darurat.

 

Tahap Kedua Fokus Sekolah di Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh juga menyiapkan penugasan relawan ASN tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Januari 2026.

Pada tahap ini, fokus utama diarahkan pada pembersihan sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga: Laporan Gratifikasi 2025 Naik Tajam, KPK Catat Hadiah dari Peserta Magang ke Mentor Ikut Dilaporkan

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal setelah sempat terhenti akibat bencana.

Sekolah menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

 

Soal Anggaran Perjalanan Dinas

Sejumlah laporan media menyoroti bahwa keterlibatan ASN dalam aksi relawan ini menekankan semangat gotong royong dan solidaritas pelayanan publik.

Baca Juga: UN Women Indonesia Buka Magang Advokasi dan Komunikasi, Peluang Emas Berkarier di PBB

Namun, hingga kini tidak seluruh laporan secara eksplisit merinci penggunaan atau tidak digunakannya anggaran perjalanan dinas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Beberapa media lokal menyebutkan bahwa relawan ASN menjalankan tugas kemanusiaan tanpa dibebankan pada anggaran perjalanan dinas resmi.

Meski demikian, detail teknis mengenai pembiayaan belum seluruhnya dijelaskan secara rinci dalam laporan yang terindeks saat ini.

Yang pasti, Pemerintah Aceh menekankan bahwa aksi relawan ini bertujuan murni membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana.

 

Bentuk Kehadiran Negara di Saat Krisis

Keterlibatan ribuan ASN dalam penanganan bencana ini dinilai sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi musibah.

Baca Juga: MA Tunjuk Wapres Delcy Rodriguez Presiden Sementara Venezuela, Anggap Presiden Diculik

Selain memberikan bantuan fisik, kehadiran ASN juga diharapkan mampu memberikan dukungan moral kepada warga terdampak.

Pemerintah Aceh berharap sinergi antara ASN, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan lingkungan pascabencana.

Ribuan ASN Pemerintah Aceh dikerahkan sebagai relawan untuk membantu penanganan dampak banjir dan longsor, termasuk di Aceh Tamiang.

Aksi ini menitikberatkan pada gotong royong, pemulihan fasilitas publik, serta pembersihan sekolah agar aktivitas masyarakat dan pendidikan segera kembali normal.***