POJOKSATU.ID - Ratusan pelajar di Papua menolak program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aksi demo yang dilakukan pada Senin (3/2/2025) lalu, para pelajar itu menuntut perbaikan pendidikan di Papua.
Aksi demo tersebut viral di sosial media.
Padahal program MBG ini sudah dijalankan sejak 6 Januari 2025 lalu.
Baca Juga: Gagal Gasak Sepeda Motor, Pelaku Curanmor di Serang Lepaskan Tembakan Senjata Api
Diunggah lewat akun X @vyeimo83, terlihat para pelajar yang duduk sambil membentangkan sebuah spanduk mengkritik program Makan Bergizi Gratis.
“Pada hari Senin, 3 Februari 2025 ratusan siswa yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Se-Yahukimo di Dekai, Provinsi Papua Pegunungan menggelar aksi damai menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menuntut pendidikan gratis,” tulis akun tersebut.
Sementara di spanduk tertulis para pelajar yang menyatakan mereka tidak membutuhkan makan gratis.
“Kami tidak butuh makan gratis, kami butuh pendidikan,” tulisnya dalam spanduk tersebut.
Baca Juga: Kejati Jabar Sita Lahan Bandung Zoo, Pemkot Jamin Karyawan Tak Kena PHK
Respon Mendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan jika Makan Bergizi Gratis ini merupakan program baru, jadi masih banyak evaluasi yang harus dilakukan.
“Program ini nanti kan masih terus akan dievaluasi dan juga akan terus disempurnakan,” kata Abdul Mu'ti seusai Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta pada Selasa, (4/2/2025).
Masukan dari evaluasi akan jadi perbaikan untuk ke depannya dalam pelaksananaan MBG.
Baca Juga: Aktivitas Vulkani Gunung Merapi Kembali Meningkat, Terjadi 10 Kali Guguran Lava
“Sehingga berbagai kasus-kasus yang terjadi di lapangan tentu akan menjadi input untuk penyempurnaan program MBG ini pada masa yang akan datang," imbuhnya.
Abdul Mu’ti juga menyatakan kalau program Makan Bergizi Gratis ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian yang ia pimpin.
"Dan berbagai evaluasi yang terjadi di lapangan juga akan kami berikan masukan-masukannya untuk perbaikan program MBG ini pada masa yang akan datang," kata Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Prediksi Skor Fiorentina Vs Inter Milan: Nerazzurri Diprediksi Menang Tipis
Dapat Ancaman dari OPM
Pelaksanaan program MBG di Papua disertai dengan ancaman dari Operasi Papua Merdeka atau OPM.
Adapun ancaman yang mereka berikan adalah membakar sekolah yang melaksanakan program Makan Bergizi Gratis ini. Mereka menilai, program MBG dianggap sebagai racun untuk anak-anak Papua.
Panglima OPM, Undius Kogoya menyatakan jika pembagian makanan dalam program MBG adalah upaya pemerintah untuk meracuni anak-anak Papua yang efeknya untuk jangka panjang.
“Makan itu mengandung bahan berbahaya yang bisa meracuni generasi Papua jangka panjang,” kata Undius.
“Kami tidak segan membakar sekolah dan membunuh para pengkhianat di Intan Jaya,” tegasnya. ***




