POJOKSATU.id, JAMBI—Aksi empat guru di Jambi yang melewati jembatan rusak atau jembatan gantung yang berujung minta maaf ke publik melalui medsos akhirnya terkuak.

Menurut Plt Kepala Desa (Kades) Limbur, Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, Sargawi, jembatan gantung tersebut masih dalam tahap perbaikan.

Plt Kades Limbur menjelaskan, rambu-rambu larangan untuk tidak melewati jembatan tersebut, telah lama dipasang.

Namun pagi itu karena para tukang belum datang, sehingga para guru dan siswi dari SD itu bisa menerobos.

Baca Juga: Netizen Protes Guru di Jambi Malah Minta Maaf Usai Viral Lewati Jembatan Rusak Berangkat ke Sekolah

Untuk itu Sargawi mohon kepada masyarakat untuk bersabar, dalam waktu dekat perbaikan jembatan itu segera rampung dan akses jalan lancar kembali.

"Tolong pergunakan jalan alternatif yang telah kami sediakan. Jika takut terlambat ke sekolah, tolong bangun lebih pagi lagi, sehingga aman di perjalanan, aman sampai sekolah atau sampai ke tempat pekerjaan,” kata Plt Kades, Sargawi, dilansir dari website Pemkab Merangin seperti dilihat Pojoksatu.id, Sabtu (24/5).


Empat Guru Minta Maaf

Diketahui, setelah video mereka melewati jembatan ini viral di media sosial, keempat guru ini malah tiba-tiba meminta maaf ke publik melalui medsos.

Baca Juga: Lahan Milik BMKG Diduduki Ormas GRIB JAYA, Nusron Wahid: Jangan Main Terabas Aja Dong

Keempat guru Sekolah Dasar Negeri 117 Merangin yang melewati jembatan itu antara lain Risma, Indriyanti dan Siti Aisyah. Sementara satu guru tak berani melewati jembatan yaitu Dwi Cahyani.

Aksi nekat tersebut mereka lakukan agar bisa cepat sampai ke sekolah, karena ujian.

"Ini kesalahan kami yang tidak perduli lagi dengan keselamatan kami. Padahal ada tulisan ‘Warning Dilarang Menyeberang Jembatan Saat Tukang Sedang Bekerja, Mohon Pengertiannya’ di pangkal jembatan itu,’’ujar Risma, Rabu (14/5) pekan lalu.

Baca Juga: Kadinkes Banten Disorot Terkait Dugaan Maladministrasi dan Potensi Kerugian Negara dalam Pengadaan Barang RSUD

Diakui guru lainnya Indriyanti, Pemerintah Desa Limbur memang sudah menyediakan jalan alternatif, namun jarak tempuh jalan alternatif itu cukup jauh, sehingga mereka takut terlambat tiba di sekolah.

"Sebenarnya kami ada empat orang guru, tapi guru satunya lagi Dwi Cahyani tidak berani menyeberangin jembatan rusak yang sedang dalam tahap perbaikan tersebut,” kata Indriyanti.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial X, empat orang guru yang mengenakan kemeja putih dan rok hitam, menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial.

"Baiklah, kami di sini selaku guru SDN 117 Limbur Merangin sekali lagi kami meminta maaf kepada pihak desa maupun pihak Kabupaten Merangin baik kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur,” kata salah satu guru SD yang belakangan diketahui bernama Risma.

“Ini sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan. Karena ini pengalaman kami pribadi dan kami hanya untuk dokumentasi saja," katanya lagi.

Salah seorang guru ini mengatakan bahwa video tersebut dibuat tidak bermaksud untuk menyudutkan siapa pun, melainkan sebagai dokumentasi pribadi mereka saja.***