POJOKSATU.id - Viral di media sosial narasi beserta video terkait seorang mahasiswa Universitas Diponegoro atau Undip Semarang yang mengaku sebagai pelaku kekerasan seksual.
Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun X @UNDIP_FESS dan menyebar luas di media sosial sejak Jumat (15/5/2026).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa mahasiswa yang bersangkutan merupakan mahasiswa angkatan 2024 program D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.
Baca Juga: UMY Soroti Wacana Dapur MBG di Kampus, Dinilai Berpotensi Geser Fokus Tri Dharma
“Mahasiswa Undip! Suharman Mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Angkatan 2024 Universitas Diponegoro Pelaku kekerasan seksual yang telah mengakui perbuatannya,” tulis akun tersebut.
Video Pengakuan Viral di Media Sosial
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria memegang kertas bertuliskan pelaku KS atau kekerasan seksual.
Pria tersebut memperkenalkan diri dan mengaku sebagai terduga pelaku kekerasan seksual.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Tegaskan Prodi Teknik TIDAK WAJIB Diubah Jadi Rekayasa
Ia juga meminta maaf kepada para korban dan mahasiswa serta mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya.
Unggahan lain dari akun yang sama menyebut terduga pelaku disebut membangun citra sebagai pribadi agamis, aktif organisasi, hingga serius dalam hubungan.
Korban disebut diduga mencapai lebih dari 11 orang dan berasal dari berbagai kampus maupun daerah berbeda.
Dikatakan pula, korban mengenal terduga pelaku dari kampus dan media sosial hingga aplikasi kencan.
Baca Juga: Daftar Prodi Terbanyak di Indonesia 2026, Pendidikan dan Teknik Mendominasi
"Brandingnya agamis, pintar, anak organisasi, sibuk lomba, trading, cowok baik2,& serius kalau ngomong soal hubungan. Korban ada 11 orang lebih (Undip & beberapa kampus lainnya di Semarang, Kalimantan, dll).
Korban kenal dengan pelaku karena sekampus, juga ada yang dari Telegram, grup belajar, dating app. Pelaku sering ngomong soal masa depan, nikah, bilang takut pacaran kalau ga serius, bahkan berani kenalin diri ke keluarga korban karena mau serius.
Ahli dalam love bombing di awal, bikin korban attached, terus mulai manipulatif, ngilang2,bohong, selingkuh, tapi pas ketahuan malah muter balik bikin korbannya merasa bersalah atau ngerasa terlalu menuntut," dikutip dari takarir akun tersebut.
BEM Undip Mengaku Sudah Memonitor
Ketua BEM Universitas Diponegoro, Nur Maajid Taufiqurrahman, membenarkan adanya kasus yang viral tersebut.
Menurutnya, BEM Undip telah memonitor perkembangan kasus sejak ramai dibahas di media sosial.
“Kalau untuk kronologinya sebenarnya sama dengan apa yang ada di X,” kata Maajid kepada wartawan.
Ia menyebut banyak mahasiswi diduga didekati pelaku yang disebut berpura-pura agamis dan memiliki kondisi ekonomi baik.
Baca Juga: Film Semua Akan Baik-Baik Saja Tembus 300 Ribu Penonton, Baim Wong Puji Akting Alim
Namun untuk detail kronologi serta waktu kejadian, pihak BEM mengaku belum mengetahui secara rinci.
Kampus Pastikan Laporan Sedang Diproses
Sementara itu, Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya dugaan kasus tersebut.
“Iya memang dan sudah ada laporan,” jelas Nurul.
Pihak kampus menyebut laporan telah diterima sejak 24 April 2026 dan kini sedang ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.
Baca Juga: Turun Berat Badan Lebih Cepat dengan Lari atau Angkat Beban? Simak Penjelasannya
Penanganan dilakukan melalui Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta Tim Kode Etik.
“Universitas Diponegoro menyampaikan keprihatinan atas kabar yang beredar terkait dugaan kasus kekerasan seksual tersebut. Undip berkomitmen menangani setiap laporan secara serius dan sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Nurul.
Undip juga menegaskan akan terus memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan perguruan tinggi. ***




