POJOKSATU.id - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di medsos.

Sekolah ini menjadi perhatian publik karena kondisi sekolah yang memprihatinkan dan belum memiliki akses listrik.

Tak hanya itu, sekolah tanpa listrik tersebut juga mendapat bantuan papan interaktif digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat.

Pemberian bantuan perangkat digital tersebut menjadi sorotan karena SDN Mboeng hingga kini belum memiliki listrik.

Baca Juga: Tiga Kategori Sekolah Jadi Prioritas Revitalisasi 2026, 11.744 Satuan Pendidikan Dibangun

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, bantuan IFP merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang ditujukan untuk semua sekolah di Indonesia.

"Kalau program digitalisasi memang targetnya semua sekolah, baik dia yang sudah ada listrik maupun yang belum ada listrik," kata Mu'ti, Sabtu, 1 September2026.

Menurut Mu'ti, program digitalisasi, revitalisasi sekolah, dan penyediaan listrik berjalan secara beriringan.

Namun, pelaksanaan setiap program tidak berlangsung dalam waktu yang sama karena memiliki tahapan masing-masing.

"Jadi program itu kan memang berjalan beriringan, tapi tidak sama, ya," ujarnya.

Baca Juga: Sinyal Hp Jurnalis Hilang Terdeteksi di Sebesi Hari Kedua, Ternyata Pulau Ini Banyak Penduduk

SDN Mboeng Masuk Prioritas Revitalisasi

Kabar penting bagi SDN Mboeng, pemerintah memastikan sekolah tersebut akan mendapat bantuan revitalisasi pada 2026.

Mu'ti mengatakan, revitalisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.

"Untuk tahun ini kami akan bantu dengan dana revitalisasi," kata Mu'ti.

Tidak hanya SDN Mboeng, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi dalam jumlah besar untuk sekolah-sekolah di NTT.

"Dan di NTT sendiri ada lebih dari 1.400 sekolah yang tahun ini akan kita bangun dengan anggaran lebih dari Rp1 triliun," pungkasnya.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Link Pengumuman Finalis OPSI 2026 SMP dan SMA Resmi, Cek Cara Melihat Hasilnya di Sini

Dengan program tersebut, persoalan SDN Mboeng tidak hanya ditangani melalui bantuan perangkat pembelajaran digital.

Kondisi fisik sekolah juga menjadi perhatian pemerintah sehingga fasilitas belajar siswa dapat diperbaiki.

Kemendikdasmen Sudah Turun ke SDN Mboeng

Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch Salim Somad mengatakan pihaknya telah turun langsung melihat kondisi SDN Mboeng.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan perbaikan, termasuk bagian bangunan yang mengalami kerusakan berat dan ruang belajar yang masih menggunakan bangunan darurat.

"Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat," kata Salim, Sabtu, 12 September 2026.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun

Salim menjelaskan, perbaikan akan menyasar sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat juga menjadi bagian dari penanganan dalam program revitalisasi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, sebagian pembangunan SDN Mboeng akan melibatkan swadaya masyarakat, khususnya orang tua siswa.

"Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa," jelas Salim.

Digitalisasi dan Revitalisasi Berjalan Bersamaan

Kasus SDN Mboeng menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi di sekolah.

Baca Juga: Sudah 6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam Dinyatakan Meninggal Usai Dievakuasi

Bantuan IFP diberikan sebagai bagian dari program digitalisasi yang menyasar sekolah secara luas. 

Sementara itu, revitalisasi diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan yang membutuhkan penanganan.

Persoalan listrik juga menjadi bagian yang sedang diupayakan pemerintah. Meski programnya berjalan bersamaan, penyelesaiannya membutuhkan proses dan waktu.

Bagi siswa SDN Mboeng, revitalisasi tentu menjadi kabar penting. Harapannya, sekolah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas dapat segera memiliki ruang belajar yang lebih aman, layak, dan nyaman. ***