POJOKSATU.ID - Sebuah video yang menampilkan tangisan seorang guru honorer mendadak viral di media sosial dan menyentuh emosi publik.

Dalam video tersebut, sang guru membandingkan gajinya dengan gaji sopir Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilainya jauh lebih layak.

Curahan hati itu ramai diperbincangkan karena dianggap mencerminkan ketimpangan kesejahteraan antara tenaga pendidik dan pekerja sektor lain dalam program pemerintah.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @duniapunyacerita_ sejak Senin malam, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Kabar Baik! 32 Ribu Pegawai Program Makan Bergizi Gratis Resmi Diangkat Jadi PPPK Mulai 1 Februari 2026

Hingga Selasa, video itu telah ditonton lebih dari 305 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar dari warganet.

 

Tangisan Guru Honorer Pecah di Depan Kamera

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang perempuan mengenakan baju ungu menyampaikan keluh kesahnya sambil menahan tangis.

Ia mengaku mewakili perasaan banyak guru honorer yang selama ini mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa, namun harus bertahan dengan penghasilan yang sangat terbatas.

“Izin saya luapkan saja, ternyata gaji driver MBG itu jauh lebih layak daripada teman-teman yang mencerdaskan anak bangsa. Miris hati saya,” ujar sang guru dalam video tersebut.

Baca Juga: CAT PPPK Kemenham 2026 Digelar Februari, Ini Kisi-Kisi Soal, Jadwal, dan Sistem Kelulusannya

Ucapan itu sontak memicu reaksi emosional dari warganet, yang menilai keluhan tersebut sebagai potret nyata kondisi guru honorer di berbagai daerah.

 

Perbandingan dengan Gaji Sopir MBG

Salah satu poin utama dalam curhatan tersebut adalah perbandingan antara gaji guru honorer dan gaji sopir Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut sang guru, penghasilan sopir MBG dinilai lebih manusiawi dan mampu mencukupi kebutuhan hidup, sementara guru honorer masih harus berjuang dengan gaji kecil.

Ia menyebutkan bahwa banyak guru honorer menggantungkan hidup sepenuhnya dari penghasilan tersebut.

Sehingga kondisi gaji yang rendah sangat menyulitkan kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak.

 

Tetap Bangga Meski Gaji Minim

Meski menyampaikan keluhan dengan suara bergetar, guru tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap bangga menjadi seorang pendidik.

Baca Juga: Kader Gerindra Banyak Ketangkep KPK, Mahfud MD Malah 'Respect' ke Prabowo Enggak Ikut Campur!

Ia menekankan bahwa curhatan itu bukan untuk merendahkan profesi lain.

Melainkan sebagai bentuk luapan kelelahan dan harapan akan perhatian yang lebih besar dari pemerintah.

Sikap ini justru membuat banyak warganet semakin bersimpati, karena menggambarkan dedikasi guru honorer yang tetap bertahan meski kondisi ekonomi tidak berpihak.

 

Isu Ketimpangan Gaji Jadi Sorotan Publik

Isu ketimpangan gaji antara guru honorer dan pekerja MBG memang tengah ramai dibahas di media sosial.

Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 Resmi Dibuka: Simak Jadwal Lengkap dan Persyaratannya!

Banyak netizen menyoroti fakta bahwa besaran gaji guru honorer sangat bervariasi, tergantung kebijakan sekolah dan daerah.

Bahkan, tidak sedikit guru honorer yang menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Kondisi ini telah lama menjadi persoalan struktural dalam dunia pendidikan nasional.

Sebaliknya, program-program baru pemerintah seperti MBG dinilai memiliki skema pengupahan yang lebih jelas dan relatif lebih layak bagi para pekerjanya.

Viralnya video tangisan guru honorer yang membandingkan gajinya dengan sopir MBG menjadi cerminan nyata persoalan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Curhatan tersebut bukan sekadar luapan emosi, melainkan sinyal kuat bahwa ketimpangan upah guru honorer masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Baca Juga: Update Dapodik 2026C Resmi Rilis, Ini Perubahan Penting yang Langsung Berdampak ke Data Guru dan Rombel

Di tengah berbagai program prioritas nasional, publik berharap perhatian terhadap nasib guru honorer tidak lagi terpinggirkan.***