POJOKSATU.id - Kampus bukan cuma tempat cari nilai, tapi juga ruang aman buat tumbuh.

Tapi pertanyaannya, sudahkah semua kampus benar-benar bebas dari kekerasan?

Jawaban itulah yang coba “diulik” lewat cara yang beda. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menggelar kompetisi video pendek bertema “Kampus Aman, Bebas dari Kekerasan”.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Pendampingan Psikologis Korban Kasus Ponpes Pati, Tegaskan Tak Ada Toleransi

Bukan sekadar lomba biasa, kompetisi ini jadi bagian dari gerakan besar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menegaskan bahwa kampus harus jadi ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Perguruan tinggi harus hadir sebagai ruang yang aman dan memberi pelindungan bagi seluruh warga kampus. Kami mendorong partisipasi aktif warga kampus untuk menyuarakan nilai-nilai kampus yang aman dan bebas dari kekerasan."

Baca Juga: Pejabat PBB Ungkap 8.000 Jenazah Diyakini Masih Tertimbun di Gaza, Butuh 7 Tahun Membersihkan

"Tidak ada toleransi pada semua bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi," katanya dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari laman resmi kemdiktisaintek, Senin (4/5/2026).

Kompetisi ini bukan cuma soal kreativitas, tapi juga soal keberanian menyuarakan realita dan harapan.

Video yang dibuat diharapkan mampu menyentuh emosi, membangun kesadaran, sekaligus jadi bentuk deklarasi bersama untuk menolak kekerasan di kampus.

Baca Juga: Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Kemenag Ambil Tindakan Tegas untuk Menutup Pondok Tersebut

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan
Menariknya, ajang ini juga menjadi penguat implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur perilaku bermartabat akademisi di lingkungan perguruan tinggi.

Dirjen Dikti menyebut, momentum ini sekaligus jadi cara memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara lebih nyata.

"Melalui kompetisi ini, ia meyakini semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan," ucapnya.

Baca Juga: Imbas Curah Hujan Tinggi, Warga Kebon Pala Kebanjiran, Genangan Air Mencapaj 125 Cm

Siapa Saja Bisa Ikut?
Kompetisi ini terbuka luas. Mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga seluruh warga kampus—baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, bahkan yang berada di luar negeri.

Yang penting satu: punya suara dan mau peduli.

Catat Jadwalnya, Jangan Sampai Ketinggalan
- 2 Mei 2026: Sosialisasi dan pengumuman kompetisi

- 2–17 Mei 2026: Pengumpulan karya

- 17–23 Mei 2026: Proses penilaian

- 26 Mei 2026: Pengumuman pemenang

Baca Juga: UGM Resmi Jadi Kampus 'Super Sehat' di ASEAN, Raih 5-Star Plus Berturut-turut

Informasi lengkap bisa diakses melalui akun Instagram resmi Ditjen Dikti. Sementara itu, Buku Saku PPKPT tersedia melalui tautan linktr.ee/ppkpt2025.

Pada akhirnya, kampus aman bukan cuma slogan. Ia butuh suara, aksi, dan keberanian. Bagaimana dengan nyalimu? ***