POJOKSATU.id - Versi PPG Guru Tertentu 2025, berikut ini referensi Cerita Reflektif Modul 1 Topik 1 sampai 4.
Selain referensi Cerita Reflektif Modul 1 Topik 1 sampai 4, juga terdapat trik lolos kurasi validasi.
Perlu kami ingatkan, di bawah ini hanya referensi saja.
Redaksi Pojoksatu.id sangat menyarankan agar Bapak/Ibu menggunakan teknik ATM.
Baca Juga: Download 5 Contoh Jurnal Pembelajaran Modul 1 PPG Guru Tertentu 2024, SIAP UPLOAD GRATIS TANPA BAYAR
Apa itu teknik ATM? Amati, Tiru dan Modifikasi.
Ini perlu dilakukan agar Cerita Reflektif yang Bapak/Ibu kerjakan bisa lolos kurasi validasi.
Modul 1 Topik 1-4 adalah:
1. Menerapkan Prinsip Understanding by Design (UbD) pada Pembelajaran 2025
2. Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi
3. Menerapkan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL)
4. Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT)
Trik Lolos Kurasi Validasi
Seperti yang sudah disinggung di atas, jangan sekali-kali meniru persis atau copy-paste.
Sebab hal itu bisa terdeteksi by sistem Sertifikasi Pendidik pada Ruang GTK.
Beberapa hal yang penting dilakukan agar lolos kurasi validasi antara lain:
1. Amati
Baca seluruh isi Cerita Reflektif yang telah disusun redaksi Pojoksatu.id di bawah ini.
Mulai dari Topik 1 sampai dengan Topik 4.
Kemudian pahami isinya dan sambungkan dengan materi pembelajaran yang telah Anda lalui.
Perlu diingat bahwa pemahaman materi pembelajaran ini sangat penting.
Dengan demikian, Anda juga sudah secara otomatis berlatih untuk menghadapi UKPPPG.
2. Tiru
Setelah mengamati dan memahami seluruh isi, barulah kemudian mulai meniru.
Agar tidak menjadi plagiasi, sesuaikan isi referensi Cerita Refleksi ini dengan pengalaman pribadi ketika mengajar di dalam kelas.
Dengan begitu Bapak/Ibu akan jauh lebih mudah dalam penyusunan dan pengerjaannya.
Selain itu, Bapak/Ibu juga tidak akan mengalami kendala berarti karena isinya merupakan pengalaman pribadi.
3. Modifikasi
Modifikasi berarti perubahan, pengubahan, atau penyesuaian pada sesuatu untuk memperbaiki atau menjadikan hal tersebut menjadi 'baru'.
Pada proses modifikasi juga berlaku penambahan, pengurangan, atau penyesuaian 'bahan'.
Baca Juga: Link Download Contoh Aksi Nyata Modul 1 Prinsip Pengajaran dan Asesmen (Umum) Topik 2 PPG Tertentu
Dalam dunia pendidikan, modifikasi berarti penyesuaian atau perubahan.
Baik pada materi, metode, atau kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik atau guru.
Nah, cara-cara inilah yang harus Bapak/Ibu lakukan agar tidak terdeteksi sebagai plagiasi.
Referensi Cerita Reflektif Modul 1 Topik 1-4
Berikut ini referensi Cerita Reflektif Modul 1 Topik 1-4:
1. UBD
Sebagai guru, pembelajaran mengenai prinsip Understanding by Design (UbD) telah memberikan saya wawasan baru dalam merancang proses belajar-mengajar yang lebih efektif.
Saya belajar bahwa penting untuk menetapkan tujuan pembelajaran terlebih dahulu sebelum menentukan asesmen dan desain proses belajar.
Dalam praktiknya, prinsip ini membantu saya untuk fokus pada gagasan-gagasan utama (big ideas) dari materi yang diajarkan sehingga siswa dapat menguasai materi dengan lebih baik.
Namun, tantangan yang saya hadapi adalah menyesuaikan desain pembelajaran ini dengan beragam tingkat kemampuan siswa.
Memastikan setiap siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sama dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka memerlukan perencanaan yang matang dan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.
2. Difirensiasi
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dapat dilakukan dengan beberapa upaya, seperti:
Melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan 3 aspek:
1. Kesiapan belajar siswa, minat belajar siswa dan profil pelajar siswa.
2. Merencanakan pembelajaran siswa secara Berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan.
3. Mengevaluasi dan refleksi pembelajaran oleh siswa yang sudah berjalan langsung.
3. TARL
Pendekatan Teaching at the right level (TaRL) memberikan inspirasi penting bagi saya sebagai guru.
Pendekatan ini menekankan pentingnya menyesuaikan pengajaran dengan tingkat kemampuan murid, bukan hanya berdasarkan tingkat kelas.
Hal ini juga memastikan setiap murid mendapatkan hak belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Dalam penerapannya, saya belajar bahwa asesmen awal pembelajaran sangat krusial.
Asesmen ini membantu saya memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan murid sehingga saya bisa merencanakan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan mereka.
Dengan demikian saya dapat memberikan pendampingan yang tepat bagi murid yang belum mencapai capaian pembelajaran.
Selain itu pendekatan ini juga dapat menginspirasi saya untuk lebih fokus pada peningkatan kompetensi numerasi dan literasi murid memberikan waktu yang cukup bagi murid untuk membangun dan meningkatnya kompetensi ini sangat penting agar mereka dapat mencapai capaian pembelajaran yang diharapkan.
4. CRT
Pendekatan Culturally Responsive Teaching memungkinkan pendidik untuk mengintegrasikan latar belakang budaya peserta didik ke dalam proses belajar, menciptakan lingkungan yang responsif dan adaptif.
Dengan menghargai keberagaman budaya murid, metode ini membantu mereka mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman pribadi sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan dalam pembelajaran.
Pendekatan Culturally Responsive Teaching juga mendukung sikap terbuka dan adaptif terhadap perbedaan mengintegrasikan berbagai perspektif budaya dalam materi serta melibatkan kolaborasi antara guru murid dan warga sekolah lainnya.
Refleksi diri menjadi bagian penting dalam praktik ini yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis tetapi juga membentuk karakter murid yang toleran menghargai perbedaan dan memiliki empati yang tinggi.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Demikian contoh referensi Cerita Reflektif Modul 1 Topik 1 sampai 4 lengkap trik lolos kurasi validasi versi PPG Guru Tertentu 2025.***




