POJOKSATU.id - Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh menjadi saksi nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) hadir dengan program pelatihan yang menyasar kelompok usaha ikan asap dan kelompok tani jeruk, Jumat (15/8/2025).

Pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga bukti komitmen UTU menjalankan visi Kampus Berdampak.

Yaitu sebuah gerakan yang menempatkan perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan.

Baca Juga: Sri Mulyani dan Isu Gaji Guru: Klarifikasi Video AI dan Respon Tegas PGRI

Fokus Manajemen Usaha

Kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan desa ini menghadirkan materi penting seputar pengelolaan produksi, pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran, hingga perencanaan usaha berbasis keberlanjutan.

Semua itu menjadi bagian dari program Kampus Berdampak yang digagas UTU, dengan tujuan agar masyarakat tidak sekadar menjalankan usaha, tetapi mampu mengembangkannya secara profesional.

Anggota tim PKM UTU yang juga dosen di STIAPEN Nagan Raya, Banta Diman menegaskan bahwa manajemen usaha adalah fondasi penting agar produk lokal bisa bersaing.

“Ini penting agar produk lokal seperti ikan asap dan jeruk memiliki nilai tambah, daya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga: Ayah Bunda, Kenali 4 Pilar Ini agar Anak Lebih Mudah Belajar Membaca

Dorong UMKM Naik Kelas

Dalam pelatihan ini, peserta juga didorong untuk memahami peran kelembagaan kelompok, termasuk penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Sejauh ini, kelompok usaha ikan asap telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat Persetujuan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT), bahkan merencanakan pembangunan rumah produksi di masa mendatang.

Untuk memastikan dampak nyata, peserta mengikuti pre-test dan post-test sebagai evaluasi pemahaman mereka.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pelatihan tidak berhenti di ruang teori, tetapi benar-benar memberi tolak ukur kemajuan bagi kelompok usaha.

Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan rasa terima kasih kepada UTU, STIAPEN Nagan Raya, serta Kemendikbudristek RI atas dukungan yang diberikan.

Mereka berharap keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal dalam mengembangkan usaha ikan asap dan jeruk di Desa Sumber Bakti, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***

Baca Juga: Babak Akhir Kasus Lisa Mariana-Ridwan Kamil, Hasil Tes DNA Anak Inisial CA Diumumkan Besok

Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran Whatsapp

FanPage Edugov