POJOKSATU.id - Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memulai tahapan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun akademik 2026/2027.
Pada tahun ini, kampus negeri yang berlokasi di Aceh Barat tersebut menyediakan total kuota sebanyak 2.770 kursi bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Kuota penerimaan mahasiswa baru UTU 2026/2027 dibagi ke dalam tiga jalur utama. Jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) memperoleh porsi sebesar 40 persen,
Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) sebesar 50 persen, dan jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMM PTN) Wilayah Barat sebesar 10 persen.
Baca Juga: Beredar Nama 23 Prajurit TNI AL Korps Marinir Tertimbun Longsor Cisarua, Tertinggi Pangkat Serka
Selain menyediakan kuota yang relatif besar, UTU juga menegaskan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif.
Calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi akademik maupun nonakademik tetap memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi melalui berbagai skema bantuan biaya pendidikan.
Beberapa program beasiswa yang tersedia di UTU antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa Afirmasi Pendidikan (ADiK), serta sejumlah beasiswa internal dan eksternal lainnya.
Skema bantuan ini disiapkan untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Kasir UMKM yang Praktis untuk Warung hingga Kedai Kopi
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., secara terbuka mengajak para lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat untuk menjadikan UTU sebagai pilihan utama melanjutkan pendidikan.
“Kami mengundang seluruh talenta muda untuk memilih UTU sebagai tempat meraih masa depan. Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik dan memastikan bahwa kendala ekonomi tidak menjadi penghalang melalui berbagai fasilitas beasiswa yang kami sediakan,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Tambah Prodi Baru, Perkuat Daya Saing Akademik
Sejalan dengan semangat inovasi dan penguatan akademik, UTU saat ini telah memiliki 27 program studi sarjana, lima program studi magister, serta satu program studi profesi insinyur. Jumlah ini terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja dan tantangan pembangunan nasional.
Khusus pada tahun akademik 2026/2027, UTU menambah kekuatan akademiknya dengan membuka tiga program studi baru yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Baca Juga: Asal Usul Dangdut dan Fakta Unik di Balik Genre Musik Paling Populer di Indonesia
Ketiga prodi tersebut yakni Program Studi Sains Keolahragaan di Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Biosains Hewan di Fakultas Pertanian, serta Program Studi Teknik Infrastruktur dan Lingkungan di Fakultas Teknik.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., menjelaskan bahwa pembukaan prodi baru tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompeten.
“Penambahan prodi baru dan penguatan prodi yang sudah ada merupakan langkah strategis kami untuk memastikan lulusan UTU memiliki kompetensi yang spesifik. Kami ingin setiap mahasiswa yang masuk ke UTU keluar sebagai profesional yang siap memberikan dampak nyata,” tegas Dr. Aman Yaman.
Baca Juga: Gaji PNS Cair Berapa Kali Dalam Setahun? Ini Penjelasan Lengkap Mekanisme Penggajiannya
Fokus Agro dan Marine Industry
Seluruh arah kebijakan akademik UTU berpijak pada visi besar sebagai kampus yang berfokus pada bidang agro and marine industry.
Fokus ini selaras dengan potensi sumber daya alam Aceh dan wilayah pesisir Indonesia yang sangat besar namun belum sepenuhnya dioptimalkan.
Dengan misi mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pertanian dan kelautan, UTU terus memposisikan diri sebagai pusat pengembangan inovasi berbasis sumber daya lokal yang berdaya saing global.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi tantangan agraris dan maritim nasional. ***




