POJOKSATU.id - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 langsung diwarnai kabar serius. Pada hari pertama ujian, panitia menemukan indikasi praktik perjokian di sejumlah lokasi pelaksanaan.

Beberapa kampus yang disebut dalam temuan awal itu antara lain Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Negeri Malang. 

Dugaan kecurangan ini pun menjadi sorotan karena menyangkut integritas seleksi masuk perguruan tinggi.

Praktik perjokian sendiri dilakukan dengan cara menggantikan peserta asli menggunakan orang lain untuk mengerjakan ujian. 

Untuk menjalankan modus tersebut, pelaku diduga memakai identitas palsu hingga memanipulasi dokumen penting seperti KTP dan ijazah.

Baca Juga: Joki UTBK 2026 Mulai Ketar-ketir, Panitia Pakai AI dan Sudah Kantongi 2.940 Data Anomali

Modus Ganti Foto Terbongkar

Di Unesa, panitia mengamankan terduga joki yang diduga memalsukan identitas dengan mengganti foto pada data peserta.

"Melalui sistem pengawasan berlapis, panitia UTBK Universitas Negeri Surabaay berhasil menemukan indikasi adanya praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen," ujar Martadi selaku Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa.

Modus itu diduga dipakai agar pelaku bisa lolos tahap verifikasi awal sebelum masuk ke ruang ujian. Namun sistem pemeriksaan berlapis membuat kejanggalan tersebut berhasil terdeteksi.

Baca Juga: Jaringan Penyedia Perangkat Peretas Ditangkap di NTT, Raih Untung Rp 25 Miliar Sejak 2019

Unair Temukan Identitas Janggal

Temuan serupa juga muncul di Universitas Airlangga. Panitia mendeteksi peserta yang diduga menggunakan identitas berbeda dari tahun sebelumnya.

Menariknya, peserta tersebut justru tidak hadir saat ujian berlangsung. Dari hasil penelusuran, foto peserta disebut identik dengan data tahun lalu, tetapi memakai nama berbeda.

Kondisi itu memunculkan dugaan kuat adanya upaya perjokian yang gagal dilakukan. Panitia menduga pelaku sengaja tidak datang setelah mengetahui identitasnya telah terdeteksi sistem pengawasan.

Baca Juga: Joki UTBK 2026 Diduga Lolos di UM, CCTV Bongkar Identitas Palsu Setelah Peserta Kabur

Terbongkar Saat Verifikasi

Kasus ini mulai terkuak dari proses verifikasi peserta. Pengawas menemukan ketidaksesuaian antara data resmi dengan orang yang hadir di lokasi ujian.

Meski secara kasat mata foto tampak sama, pemeriksaan lanjutan menunjukkan perbedaan mencurigakan. Temuan tersebut kemudian dicatat dalam berita acara dan dilaporkan ke panitia pusat untuk ditindaklanjuti.

Ada pula indikasi beberapa peserta yang terlibat memilih program studi dengan tingkat persaingan tinggi, termasuk kedokteran, yang selama ini kerap disebut menjadi target praktik semacam itu. ***