POJOKSATU.id - Universitas Terbuka (UT) terus memperluas jangkauan pendidikannya lewat Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang kini sudah hadir di hampir 700 titik kabupaten dan kecamatan seluruh Indonesia.
Langkah ini jadi angin segar bagi 2,5 juta lulusan SMA/SMK/Madrasah yang terancam tak bisa lanjut kuliah akibat biaya tinggi dan keterbatasan mobilitas.
Direktur Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS) UT, Ali Tarigan, menyebut banyak lulusan sekolah terpaksa menghentikan mimpi kuliah hanya karena biaya hidup di kota besar tak terjangkau.
“Ada 2,5 juta lulusan terhalang biaya kuliah yang besar, dan masalah baru jika harus meninggalkan kampung halaman ke kota,” ujarnya di UT Surabaya, baru-baru ini.
Baca Juga: Terungkap! Ini Cara Kerja Validasi TPG yang Menentukan Cair Tidaknya Tunjangan Guru
SALUT, kata dia, menjadi solusi agar mahasiswa bisa kuliah tanpa terbebani biaya hidup tambahan.
Ali menekankan SALUT membuat informasi penerimaan mahasiswa baru jauh lebih cepat sampai ke masyarakat.
“Keunggulannya, mereka lebih dekat dengan calon-calon mahasiswa. Kecepatan informasi akan jauh berbeda,” tuturnya.
Di wilayah UT Surabaya sendiri, sudah berdiri 28 titik SALUT yang aktif bergerak mendekatkan layanan pendidikan ke warga.
Sentuhan Personal Jadi Pembeda
Menurut Ali, sentra layanan ini menghadirkan pendekatan yang lebih personal dibandingkan layanan di kantor UT provinsi.
Banyak calon mahasiswa merasa lebih nyaman berkonsultasi langsung di titik terdekat di kabupaten atau kecamatan.
Hal senada disampaikan Direktur SALUT Tuban, Muhammad Ansori. Ia menyebut SALUT sebagai ujung tombak sosialisasi UT di masyarakat.
“SALUT ini menjadi ujung tombak dari UT untuk menjadi pemicu di masyarakat, bagaimana belajar yang efektif dan efisien waktu, bisa kuliah sambil kerja,” katanya.
Baca Juga: Pelajar dan Guru SMK Adu Keahlian di Festival Vokasi Satu Hati 2026
Inovasi untuk Pesantren
UT juga mulai membuka pendidikan agama Islam khusus bagi santri pondok pesantren.
Menurut Ansori, inovasi ini membuat para santri yang sebelumnya tak akrab dengan dunia kampus kini punya kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pesantren.
“Sekarang ada anak-anak pesantren yang dulu sangat tidak mengenal pendidikan tinggi, itu bisa kuliah tanpa harus keluar dari pesantren,” ujarnya.
Baca Juga: Teknik Double Cleansing untuk Kulit Berjerawat, Penting atau Berlebihan?
Fokus Utama: Kuatkan SALUT, Perluasan Tetap Terbuka
Saat ini, UT fokus memperkuat sentra layanan yang sudah ada, terutama lewat peningkatan pemasaran digital agar informasi kuliah bisa menjangkau lebih banyak calon mahasiswa.
Meski begitu, peluang pembukaan SALUT baru tetap terbuka seiring kebutuhan pendidikan di berbagai daerah. ***




