POJOKSATU.ID - Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, kembali menuai sorotan publik terkait usulannya mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos).

Kali ini, ia meminta agar penerima bansos yang sudah berkeluarga menjalani vasektomi sebagai syarat. Usulan ini sontak menuai pro dan kontra di masyarakat.  

Dedi Mulyadi mengklaim bahwa kebijakan yang ia terapkan sebelumnya di Jawa Barat terbukti berhasil.

Ia mencontohkan bahwa penerima bansos harus mengikuti program Keluarga Berencana (KB), khususnya bagi laki-laki, yaitu dengan menjalani vasektomi.

Baca Juga: Top 4 Dunia! Ledakan Populasi Indonesia 281,6 Juta Jiwa di Tahun 2025, Begini Faktanya!

Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai keberhasilan kebijakan tersebut atau bagaimana mekanisme penerapannya.  

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya peran laki-laki dalam program KB.

Ia berpendapat bahwa beban reproduksi tidak seharusnya hanya ditanggung oleh perempuan, melainkan juga oleh laki-laki.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar suami dari penerima bansos juga menjalani vasektomi sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan.  

Baca Juga: Informasi Terlengkap Batas Gaji MBR untuk Program Rumah Subsidi KPR Tahun 2025!

Usulan ini tentu saja menimbulkan berbagai reaksi yang menjadi perbincangan publik.

Beberapa pihak menilai bahwa usulan ini diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia.

Sementara itu, sebagian lainnya berpendapat bahwa usulan ini dapat menjadi solusi untuk mengendalikan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dedi Mulyadi sendiri meminta masyarakat untuk melihat tayangan program yang pernah ia jalankan sebelumnya agar dapat memahami konteks dari usulannya.

Ia menegaskan bahwa ia telah berhasil menerapkan kebijakan tersebut di masa lalu.

Kontroversi ini menambah daftar panjang kebijakan publik yang diusulkan oleh Dedi Mulyadi yang kerap kali menuai perdebatan.

Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa isu kependudukan dan kesejahteraan keluarga masih menjadi perhatian penting di Indonesia.****