POJOKSATU.id - Sejumlah mahasiswa IPB University kembali mendapatkan kesempatan langka untuk tinggal gratis di kawasan dekat Kampus Dramaga.

University Resort (UResort) Bogor tahun ini resmi memilih empat mahasiswa berprestasi sebagai penerima bantuan hunian, lengkap dengan fasilitas penuh tanpa biaya selama masa program.

Bagi mahasiswa rantau yang harus menyeimbangkan biaya hidup dengan aktivitas akademik, dukungan seperti ini jelas jadi angin segar.

Baca Juga: Kini Bernama UMSURΑ, Begini Wajah Baru, Energi Baru, dan Tujuh Terobosan Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya

Bantuan hunian memungkinkan mereka fokus belajar tanpa terbebani biaya sewa yang makin meningkat setiap tahun.

Managing Director UResort, Dimas Ario Shakti Mumpuni, mengungkap peminat program ini terus melonjak sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019.

Pada batch terbaru saja, jumlah pendaftar mencapai 116 orang—hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Bupati Lampung Tengah Senyam Senyum Tiba di Gedung Merah Putih Usai Kena OTT KPK

“Minatnya makin tinggi setiap tahun. Program ini makin dikenal mahasiswa IPB dan terasa manfaatnya,” ujarnya kemarin.

Program yang sebelumnya terhenti saat pandemi itu kembali aktif sejak 2022 dan langsung mendapatkan respons besar dari mahasiswa.

Bahkan sejumlah alumni penerima terbukti mencatatkan prestasi membanggakan, baik akademik maupun non-akademik.

Baca Juga: Pemandangan Menyesakkan, Disaat Rumah Hanyut dan Warga Berjuang, Tapi Truk Sawit Tetap Lalu-Lalang di Aceh Tamiang

Salah satunya Brayen, mahasiswa Teknologi Pangan yang pernah dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik Kedua IPB University.

Banyak penelitiannya dilakukan di fasilitas UResort, termasuk eksperimen penyimpanan bahan pangan.

Kini, ia bekerja di kantor PBB bidang pangan di Swiss—membuktikan dukungan hunian dapat membuka jalan lebih luas untuk berkarya.

Baca Juga: Ramai Pemerintah Tolak Bantuan Asing, Ketua DPD Blak-blakan Soal Harga Diri Bangsa, Kenapa Harus Malu?

Prestasi juga datang dari penerima batch sebelumnya yang aktif di kompetisi ilmiah, riset, publikasi hingga organisasi kemahasiswaan.

Hunian Dekat Kampus Jadi Kebutuhan Mendesak
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, menegaskan kebutuhan hunian layak bagi mahasiswa semakin mendesak.

Lebih dari 60% mahasiswa IPB berasal dari keluarga menengah ke bawah, sementara jumlah mahasiswa baru tumbuh 4,5%-5% setiap tahun.

Baca Juga: Berkaca dari bencana Pulau Sumatera, warga Cianjur menolak pembangunan PLTP Geothermal di Gunung Gede Pangrango

Ia menyebut UResort sebagai mitra yang konsisten menyediakan hunian nyaman, aman, serta dekat kampus—bahkan turut dimanfaatkan mahasiswa asing.

Lokasi yang tenang dinilai mendukung aktivitas belajar dan eksperimen yang menjadi rutinitas mahasiswa IPB.

Selain memilih empat mahasiswa berprestasi, UResort juga membuka bantuan hunian gratis untuk mahasiswa IPB asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang keluarganya terdampak bencana.

Baca Juga: Kekayaan Wakil Wali Kota Bandung Disorot, Properti Rp 23 Miliar hingga Kas Miliaran Rupiah

Manajemen bahkan menyiapkan 4–5 kamar dan siap menambah jika diperlukan hingga akhir semester tahun depan.

IPB mencatat ada lebih dari 2.000 mahasiswa terdampak bencana dari tiga provinsi tersebut.

Deni menyambut tawaran ini sebagai bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Baca Juga: Bupati Lampung Tengah Diciduk KPK! OTT Malam Hari Bongkar Dugaan Suap Proyek

“Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pendidikan. Bantuan ini tentu meringankan,” ujarnya.

Semoga makin banyak inisiatif serupa yang hadir untuk mendampingi perjalanan pendidikan anak bangsa. ***