POJOKSATU.id - Sebanyak 1.799 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK ikut meramaikan kegiatan Urban Sustainability Education di Ocean Ecopark Ancol, Sabtu, 6 Desember 2025.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini diarahkan untuk menanamkan mindset keberlanjutan sejak dini lewat kegiatan yang aplikatif dan dekat dengan realitas kota besar.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, program ini menjadi langkah strategis dalam membangun cara pandang baru tentang lingkungan, pangan, dan dinamika perkotaan.

Ia bilang, Para peserta didik ini dibekali pemahaman tentang ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan.

Baca Juga: GEGER! KIP KULIAH 2026 Dibuka Februari, Jatah Bebas Biaya Kuliah Sudah di Depan Mata! Calon Maba Wajib Siaga!

Urban Farming dan Urban Scouting Jadi Primadona

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah urban farming. Anak-anak diajak memahami cara memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan, sebuah isu yang makin relevan bagi kota seperti Jakarta.

Selain itu, konsep urban scouting juga diperkenalkan sebagai bentuk transformasi kegiatan kepramukaan yang disesuaikan dengan karakter kota besar.

"Urban scouting membekali peserta dengan karakter tangguh untuk bertahan di kota besar, memahami risiko, mitigasi bencana, hingga mencari solusi atas permasalahan perkotaan," jelas Nahdiana.

Baca Juga: Mendikdasmen Dorong Kemitraan Sekolah dan Industri Olahraga, Sambungkan dengan Ekskul, Cetak Atlet Muda

Belajar di Luar Kelas untuk Bentuk Karakter
Nahdiana menegaskan bahwa pendidikan hari ini harus melampaui ruang kelas.

Menurutnya, pengalaman langsung seperti inilah yang mampu membentuk karakter, keberanian, sekaligus kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitar.

Sekolah diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan yang membuka ruang kreativitas dan ekspresi peserta didik, ujarnya.

Ia juga berharap pengalaman berharga ini memberi inspirasi bagi masa depan Jakarta. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan kalian sebagai penerus kota Jakarta, kata Nahdiana.

Baca Juga: RSUD Sibolga Pecat 2 Oknum Pegawai BLUD yang Pungut Biaya Jenazah Korban Longsor Rp 800 Ribu

Dukungan Pemerintah Kota

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, turut memberikan dukungan penuh. Ia menyebut program ini sebagai pendidikan yang menanamkan pola pikir keberlanjutan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, para peserta didik dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan serta kemampuan merancang solusi atas berbagai persoalan perkotaan di masa depan, ungkapnya.

Hendra berharap anak-anak Jakarta tumbuh menjadi generasi yang mampu bertahan hidup di kota besar dan menghadirkan solusi nyata bagi tantangan perkotaan.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Dukung Indonesia Sports Summit 2025, Dorong Ekosistem Olahraga Kampus Lewat Kolaborasi

Peserta Beragam, Materi Semakin Kaya

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Rona Eveliner Sianipar, menyampaikan bahwa peserta kegiatan terdiri dari lebih dari 1.799 pelajar, termasuk siswa pra-sejahtera, berkebutuhan khusus, hingga diaspora.

Ia menjelaskan bahwa tahun ini dua kegiatan utama yang dihadirkan adalah Urban Farming dan Urban Scouting.

Tak hanya itu, beragam pertunjukan edukatif dan seni budaya juga digelar, mulai dari membatik dengan akar mangrove oleh murid disabilitas, permainan tradisional, senam semaphore, hingga pertunjukan tari, angklung, vokal, dan musikalisasi puisi.

Baca Juga: Statistik Timpang Jelang Inter Milan vs Liverpool, Siapa Favorit Pemenang?

"Kami harap program ini dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan yang membentuk generasi muda Jakarta sebagai agen perubahan menuju kota yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan," tandas Rona. ***