POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data terbaru mengenai pencairan tunjangan profesi guru (TPG) triwulan 3 tahun anggaran 2025.
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), proses penyaluran TPG bagi guru ASN daerah telah mencapai angka signifikan menjelang akhir Oktober 2025.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, dipantau Pojoksatu.id Kamis 30 Oktober 2025, Ditjen GTK menyebut bahwa penyaluran tunjangan profesi guru ASN daerah triwulan 3 tahun 2025 terus berlangsung secara bertahap di seluruh Indonesia.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui penyaluran TPG yang lebih transparan dan tepat sasaran.
Baca Juga: Buruan Daftar! BPDP Buka Peluang Karier untuk Lulusan Berbagai Bidang, Ini Syaratnya
Data yang dirilis menunjukkan bahwa dari total lebih dari 1,2 juta guru ASN daerah yang menjadi sasaran, proses pengusulan pencairan telah mencapai 81 persen.
Sementara itu, dana yang telah tersalurkan oleh Kementerian Keuangan tercatat melampaui Rp13 triliun hingga akhir Oktober 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa realisasi penyaluran triwulan 3 berada di jalur yang tepat atau “on track” sesuai target pemerintah pusat.
Di sisi lain, sebagian guru di berbagai daerah masih menunggu realisasi pencairan tahap berikutnya.
Berdasarkan pantauan komunitas guru dan sejumlah laporan daerah, pencairan terakhir diketahui berlangsung pada 24 dan 27 Oktober 2025, terutama bagi guru yang sudah terbit Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) per 15 Oktober.
Namun, masih ada sebagian penerima yang SKTP-nya sudah keluar tetapi belum melihat dana TPG masuk ke rekening.
Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh proses sinkronisasi data dan administrasi lintas sistem antara pemerintah daerah dan pusat.
Proses ini menjadi penting untuk memastikan bahwa pencairan dilakukan tepat sasaran, sesuai validasi penerima, dan menghindari kesalahan data yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Selain update TPG, dalam kesempatan konferensi pers yang sama, Wakil Menteri Keuangan turut memaparkan kondisi terkini pelaksanaan anggaran negara.
Dari total belanja negara sebesar Rp1.960,3 triliun, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.388,8 triliun atau 51,4 persen dari total APBN.
Adapun transfer ke daerah mencapai Rp571,5 triliun, yang di dalamnya termasuk dana untuk pembayaran tunjangan profesi guru.
Wakil Menteri Keuangan menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen penting dalam reformasi sistem penyaluran TPG.
Untuk pertama kalinya, tunjangan profesi guru disalurkan langsung dari APBN ke rekening masing-masing guru tanpa melalui perantara pemerintah daerah.
Baca Juga: Segera Cek! Status Validasi Info GTK 2025 Jadi Kunci Pencairan TPG November Ini
Kebijakan ini diterapkan untuk mempercepat pencairan, mengurangi tumpang tindih data, serta memastikan bahwa dana diterima guru tepat waktu dan tepat jumlah.
Ia mengungkapkan, hingga Agustus 2025, realisasi pencairan TPG tahap 1 dan 2 telah mencapai sekitar Rp33,3 triliun, atau 50 persen dari total alokasi anggaran TPG tahun 2025 yang mencapai Rp66,9 triliun.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis bahwa pencairan triwulan 3 dan 4 akan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Penyaluran tunjangan profesi guru tahun ini kita lakukan langsung dari APBN kepada rekening masing-masing guru. Realisasi tahap 1 dan tahap 2 mencapai 50 persen dari total alokasi, dan saat ini penyaluran untuk tahap 3 terus berjalan secara bertahap di seluruh Indonesia,” jelas Wakil Menteri Keuangan dalam pernyataannya.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Jadwal Pelaksanaan UKPPPG Guru Tertentu Periode 4 Sudah Diumumkan
Menurutnya, kebijakan sistem langsung ini dirancang agar para guru dapat menikmati haknya secara lebih cepat dan transparan.
Sistem baru ini juga memungkinkan pemerintah untuk memantau distribusi dana secara real-time melalui data yang terintegrasi antara Kemendikbudristek, Kemenkeu, dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Guru dianggap sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan, dan kesejahteraan mereka menjadi faktor penting dalam menjaga semangat serta profesionalisme di lapangan.
Sementara itu, meski data pencairan menunjukkan kemajuan, masih banyak pertanyaan di kalangan guru terkait waktu pencairan tahap berikutnya.
Berdasarkan laporan lapangan, sejumlah guru ASN daerah mengaku belum menerima dana TPG triwulan 3, meski SKTP mereka sudah terbit sejak pertengahan Oktober.
Hal ini menimbulkan kebingungan, terutama karena perbedaan waktu pencairan antar daerah.
Dalam hal ini, pihak Ditjen GTK menegaskan bahwa proses pencairan memang dilakukan secara bertahap dan tergantung kesiapan administrasi masing-masing daerah.
Setiap daerah memiliki waktu berbeda dalam proses validasi, pengusulan, dan persetujuan pencairan oleh Kementerian Keuangan.
“Guru yang SKTP-nya sudah terbit tapi belum cair tidak perlu khawatir. Semua dana tunjangan profesi guru akan tetap disalurkan, hanya menunggu proses administrasi dan sinkronisasi yang saat ini sedang berlangsung,” ujar perwakilan Ditjen GTK melalui unggahan media sosial resminya.
Selain informasi mengenai tunjangan guru, Kementerian Keuangan juga menyampaikan sejumlah update terkait program prioritas pemerintah lainnya, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
Dalam laporan belanja negara tersebut, program makan bergizi gratis telah melayani 22,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga awal September 2025 dengan total realisasi anggaran Rp13 triliun.
Baca Juga: Mahasiswi ULM Nabila Regita Masuk 15 Besar PILMAPRES Nasional 2025 Berkat Inovasi FISORA
Program sekolah rakyat juga mulai berjalan dengan 100 sekolah beroperasi dan total 9.780 siswa aktif.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp788,7 miliar untuk program ini, yang terdiri atas renovasi fasilitas pendidikan senilai Rp700 miliar melalui Kementerian PUPR serta penyelenggaraan pendidikan oleh Kementerian Sosial senilai Rp77,6 miliar.
Di sektor kesehatan, program cek kesehatan gratis telah melayani 27,4 juta penduduk dengan anggaran Rp3,4 triliun.
Selain itu, revitalisasi rumah sakit juga sedang dijalankan di 32 unit dengan alokasi anggaran Rp4,4 triliun.
Kebijakan yang saling terintegrasi antar sektor ini memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, termasuk para tenaga pendidik.
Penyaluran tunjangan profesi guru yang dilakukan langsung oleh Kemenkeu merupakan bagian dari efisiensi anggaran serta transparansi penggunaan dana pendidikan nasional.
Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa seluruh program prioritas, termasuk TPG, dirancang untuk memastikan kualitas layanan pendidikan yang lebih baik dan berkeadilan di seluruh daerah.
Guru yang telah memenuhi syarat dan memiliki SKTP akan tetap mendapatkan haknya tanpa diskriminasi.
Sejalan dengan semangat tersebut, pemerintah terus memperkuat sistem digitalisasi pendidikan untuk mendukung akurasi data guru dan proses pembayaran.
Melalui integrasi data antara SIM Tunjangan Profesi Guru (SIM TPG) dan Sistem Perbendaharaan Kementerian Keuangan, setiap transaksi dapat dilacak dan dipantau secara langsung.
Baca Juga: Belum Cair Juga? Begini Cara Cek dan Validasi Info GTK agar Dana TPG Segera Masuk Rekening
Bagi para guru yang belum menerima pencairan, pihak kementerian mengimbau untuk tetap tenang dan aktif berkoordinasi dengan dinas pendidikan daerah.
Seluruh pencairan, menurut pernyataan resmi, akan selesai sesuai jadwal triwulan dengan mekanisme bertahap.
“Mulai 2025 ini kita masuk era baru penyaluran TPG langsung ke rekening guru. Harapannya, tidak ada lagi keterlambatan pencairan seperti sebelumnya,” ujar Wakil Menteri Keuangan menegaskan dalam konferensi pers.
Dengan realisasi mencapai Rp13 triliun lebih hingga akhir Oktober, dan 81 persen pengusulan telah masuk ke Kementerian Keuangan, pemerintah menyatakan bahwa pelaksanaan tunjangan profesi guru triwulan 3 tahun 2025 berjalan lancar dan sesuai target.
Tahapan berikutnya diharapkan dapat segera tuntas sebelum akhir tahun 2025 ini.***




