POJOKSATU.id - Kabar gembira datang untuk para guru di seluruh Indonesia.
Memasuki bulan November 2025, penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 3 telah rampung di sebagian besar wilayah.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 85 persen wilayah sudah menyelesaikan pencairan, sementara sisanya tengah bersiap masuk ke gelombang 4 yang mulai disalurkan bulan ini.
Baca Juga: Siap Ujian? Ini Kumpulan Soal Matematika TKA Kelas 6 yang Wajib Kamu Coba!
Namun, di tengah kabar baik itu, masih ada sebagian daerah yang belum menuntaskan proses validasi dan pencairan.
Apa penyebabnya? Dan wilayah mana saja yang sudah tuntas mencairkan TPG Triwulan 3 tahun ini? Simak pembaruan lengkapnya berikut ini.
85 Persen Daerah Sudah Cair, Gelombang 4 Dimulai November
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memastikan bahwa penyaluran TPG Triwulan 3 telah mencapai tahap akhir.
Hingga akhir Oktober, sekitar 37 daerah di Indonesia dinyatakan sudah menyalurkan seluruh dana TPG Triwulan 3 kepada guru penerima.
Sementara itu, gelombang 4 dijadwalkan mulai pada pertengahan November 2025, dengan fokus pada wilayah yang masih tertunda akibat proses validasi, verifikasi data, atau kendala teknis di bank penyalur.
Guru yang datanya sudah valid di Info GTK, SKTP sudah terbit, dan nomor rekening aktif akan otomatis masuk dalam daftar pencairan tahap berikutnya.
Daerah yang Sudah Selesai Penyaluran TPG Triwulan 3
Berdasarkan laporan Ditjen GTK, sejumlah provinsi telah 100 persen menyelesaikan penyaluran TPG Triwulan 3 per akhir Oktober 2025.
Daerah-daerah tersebut antara lain:
1. Jawa Barat, seluruh kabupaten atau kota sudah menyelesaikan pencairan tahap akhir.
2. Jawa Timur, termasuk wilayah Surabaya, Malang, dan Sidoarjo yang melaporkan pencairan selesai sebelum Oktober berakhir.
3. Sumatera Utara, Deli Serdang dan Medan menjadi daerah tercepat dalam menuntaskan pembayaran TPG Triwulan 3.
4. Lampung dan Bengkulu, proses pencairan selesai berbarengan dengan validasi SKTP tahap III.
5. Kalimantan Selatan, seluruh data valid dan dinyatakan tuntas menjelang awal November.
Baca Juga: Jembatan Rapuh di Cipayung Diganti Darurat, Pembangunan Permanen Menyusul di 2026
6. Papua Tengah dan Papua Barat Daya, wilayah-wilayah ini berhasil menyalurkan TPG untuk ASN daerah setelah perbaikan sinkronisasi data.
Selain provinsi di atas, masih ada puluhan kabupaten atau kota lain yang telah dinyatakan selesai, termasuk wilayah di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.
Total hingga kini terdapat 37 daerah yang telah rampung menyalurkan TPG Triwulan 3 tahun 2025.
Daerah yang Masih Tertinggal dan Masuk Gelombang 4
Meski sebagian besar wilayah sudah rampung, masih ada sekitar 15 persen daerah yang belum tuntas menyalurkan dana TPG.
Penyebabnya bervariasi, mulai dari keterlambatan validasi Dapodik, rekening guru tidak aktif, hingga kendala koordinasi antar dinas pendidikan.
Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar pencairan gelombang 4 di antaranya:
1. Sebagian kabupaten di Sulawesi Tengah dan Gorontalo yang masih menunggu sinkronisasi data guru ASN dengan BKN.
2. Beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, terutama kabupaten di Pulau Flores bagian timur.
Baca Juga: Jembatan Rapuh di Cipayung Diganti Darurat, Pembangunan Permanen Menyusul di 2026
3. Kalimantan Utara, di mana data SKTP guru tahap III baru diterbitkan awal November.
4. Maluku Utara dan Kepulauan Aru, tertunda karena keterlambatan verifikasi berkas keuangan daerah.
Pemerintah menargetkan agar seluruh proses gelombang 4 ini selesai sebelum pertengahan Desember 2025, agar seluruh guru dapat menerima haknya sebelum tutup tahun anggaran.
Langkah Guru agar TPG Tidak Tertunda
Agar tidak tertinggal dalam proses pencairan gelombang 4, guru diminta aktif memastikan data mereka sudah valid.
Baca Juga: Dua Kabar yang Bikin Guru Tersenyum, Peluang Belajar dan Hak Finansial yang Akhirnya Cair
Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh Ditjen GTK:
1. Periksa status Info GTK secara berkala, pastikan semua kolom berwarna hijau dan SKTP sudah terbit.
2. Validasi nomor rekening bank, pastikan rekening aktif dan sesuai nama penerima.
3. Koordinasi dengan operator sekolah atau dinas pendidikan, jika ada data yang belum tersinkron, segera laporkan agar diperbaiki.
4. Simpan bukti SKTP dan tangkapan layar Info GTK, sebagai dokumen pendukung apabila pencairan belum masuk ke rekening.
Pantau jadwal penyaluran di wilayah masing-masing, karena setiap daerah memiliki waktu pencairan berbeda.
Dana Aman, Proses Berjalan
Kementerian memastikan bahwa dana Tunjangan Profesi Guru tahun 2025 telah dialokasikan penuh di APBN.
Jadi, guru yang belum menerima tidak perlu khawatir.
Keterlambatan murni disebabkan oleh proses administrasi dan teknis validasi data, bukan karena dana tidak tersedia.
Direktorat GTK juga menegaskan bahwa tidak ada pemotongan atau penghapusan hak guru yang telah memiliki SKTP.
Semua penerima akan tetap mendapatkan haknya sesuai jadwal setelah validasi tuntas.
Baca Juga: Pencairan TPG TW3 Resmi Dimulai, Guru ASN dan Non-ASN Sudah Terima Transferan
Penyaluran TPG Triwulan 3 tahun 2025 menunjukkan progres positif dengan 85 persen wilayah telah menyelesaikan pencairan.
Sementara itu, gelombang 4 yang dimulai November ini menjadi kesempatan bagi wilayah-wilayah yang tertinggal untuk menuntaskan penyaluran.
Bagi guru, langkah terbaik adalah memastikan data valid di Dapodik dan Info GTK, memantau jadwal daerah, dan berkoordinasi aktif dengan operator sekolah.
Karena sekali data valid, hak tunjangan pasti cair, hanya menunggu giliran administrasi.***




