POJOKSATU.ID - Update terbaru terkait seleksi CPNS 2026 dan PPPK kembali ramai dibahas.
Sejumlah pemerintah daerah mengusulkan agar jadwal pengusulan kebutuhan ASN untuk tahun 2026 diperpanjang.
Usulan ini muncul karena banyak daerah masih membutuhkan waktu tambahan untuk menyusun kebutuhan formasi pegawai secara lebih akurat.
Baca Juga: Negara Tetangga Krisis BBM, Filipina Darurat Energi, Purbaya Minta RI Waspada Meski APBN Masih Aman
Jika jadwal tidak diperpanjang, dikhawatirkan perencanaan kebutuhan ASN tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Pemda Masih Menghitung Kebutuhan ASN
Penyusunan kebutuhan pegawai ASN tidak bisa dilakukan secara cepat.
Pemda harus melakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi kepegawaian di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Beberapa faktor yang harus diperhitungkan antara lain:
Baca Juga: Jadwal Seleksi Kompetensi CAT PPPK Guru SMA Unggul Garuda 2026 Resmi Dirilis, Simak Lengkapnya
- jumlah pegawai yang akan pensiun
- kekurangan pegawai di sektor tertentu
- distribusi pegawai di setiap unit kerja
- kebutuhan pelayanan publik di daerah
Proses tersebut membutuhkan waktu, karena setiap instansi harus memastikan formasi yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Apkasi Minta Jadwal Usulan CPNS 2026 Diperpanjang
Ketua Kompartemen Ketenagakerjaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang, menilai pemda memang membutuhkan waktu tambahan dalam menyusun usulan kebutuhan ASN.
Menurutnya, pengajuan formasi ASN harus dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.
Dikutip dari JPNN, 24 Maret 2026, begini kata Sarman:
Baca Juga: Sejumlah Klub Belanda Mendadak Takut Turunkan Pemain Indonesia, Terbentur Regulasi Paspor
“Pengajuan kebutuhan ASN harus dihitung secara cermat agar formasi yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah.” ujarnya.
Karena itu, pemda berharap pemerintah pusat memberikan tambahan waktu agar proses pengusulan formasi dapat diselesaikan dengan baik.
Perencanaan Formasi ASN Tidak Bisa Tergesa-gesa
Perencanaan kebutuhan ASN menjadi tahap penting sebelum pemerintah membuka seleksi CPNS maupun PPPK.
Baca Juga: Iran Tolak Berdamai dengan AS, Letkol Zolfaghari : Era Janji Kosong Anda Berakhir
Dalam tahap ini, pemerintah akan menentukan:
- jumlah formasi yang dibutuhkan
- jenis jabatan yang akan dibuka
- distribusi pegawai di instansi pusat dan daerah
Data tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan rekrutmen ASN secara nasional.
Baca Juga: Viral Joget Rp6 Juta, Mitra MBG Ungkap Realitas di Baliknya
Jika perencanaan tidak dilakukan dengan matang, maka jumlah pegawai yang direkrut bisa saja tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan publik.
Risiko Jika Jadwal Tidak Diperpanjang
Jika jadwal pengusulan kebutuhan ASN tidak diperpanjang, ada beberapa risiko yang bisa terjadi, diantaranya:
1. formasi yang diusulkan tidak mencerminkan kebutuhan sebenarnya di instansi pemerintah.
2. beberapa instansi berpotensi mengalami kekurangan pegawai di sektor tertentu.
3. proses rekrutmen ASN tidak berjalan optimal karena data kebutuhan pegawai kurang akurat.
Karena itu, banyak pemda berharap pemerintah pusat mempertimbangkan usulan perpanjangan jadwal tersebut.
Harapan Pemda untuk Seleksi CPNS 2026
Pemda berharap dengan adanya tambahan waktu, mereka dapat menyusun kebutuhan pegawai secara lebih matang dan sesuai kebutuhan.
Langkah ini dianggap penting agar jumlah formasi CPNS 2026 dan PPPK yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Selain itu, data kebutuhan ASN yang lebih akurat juga akan membantu pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan rekrutmen pegawai secara nasional.
Dengan perencanaan yang tepat, rekrutmen ASN diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.***




