POJOKSATU.id – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) lagi-lagi bikin bangga! Kampus pesantren yang dikenal progresif ini kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Setelah di tahun 2023 sukses menyabet Bronze Winner Anugerah Kemenristekditi untuk kategori perguruan tinggi Klaster Pratama, kini UNUJA naik level lagi.

Tahun 2025 ini, UNUJA berhasil meraih Piagam Penghargaan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk kategori Perguruan Tinggi Akademik Klaster Madya. Keren banget, kan?

Baca Juga: Bendungan Seuseupan di Leuwiliang Dapat Perawatan dari Bupati Bogor Rudy Susmanto, 30 Hektare Sawah Kembali Terairi

Dikutip pojoksatu.id dari rilis UNUJA pada Sabtu (1/11/2025), penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII kepada Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, M.Pd., M.A., dalam acara Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Mercure Mirama Malang, 10 Oktober 2025 lalu.

Berdasarkan SK Kepala LLDIKTI Wilayah VII Nomor 598/LL7/SK/KL/2025, penghargaan ini jadi bukti peningkatan luar biasa kinerja UNUJA dalam dua tahun terakhir.

Naik Drastis di SINTA, Bukti Risetnya Nggak Main-main!
Kinerja hebat UNUJA juga tercermin dari data Science and Technology Index (SINTA) milik Kemdikbudristek.

Baca Juga: Teknologi Menghapus Batas Dunia Nyata dan Dunia Digital, Revolusi XR di Tahun 2025, Beyond Virtual Reality

Posisi UNUJA kini naik tajam ke peringkat 152 dari total 5.491 perguruan tinggi di Indonesia. Padahal di 2023 masih di urutan 296, lho!

Artinya apa? Produktivitas riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian yang dilakukan civitas akademika UNUJA bener-bener meningkat pesat.

Buah Kerja Kolektif, Bukan Instan
Wakil Rektor III Bidang Inovasi, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., bilang kalau capaian ini hasil kerja bareng seluruh sivitas akademika.

Baca Juga: Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-65, Wali Kota Sukabumi Dorong Ruang Publik Hidup dan Terbuka

“UNUJA tidak berhenti pada prestasi, melainkan terus membangun tradisi akademik yang kuat dan inovatif. Kami ingin riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., selaku Kepala Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNUJA, menegaskan bahwa riset di UNUJA selalu diintegrasikan dengan pengabdian dan pembelajaran.

“Kami mengarahkan penelitian dosen dan mahasiswa agar menghasilkan publikasi bereputasi serta berdampak sosial. Salah satu kuncinya lewat program KKN berbasis luaran dan tugas akhir yang diwujudkan dalam publikasi jurnal Sinta 2–4,” jelasnya.

Baca Juga: Peserta PPG 2025 Dapat Bantuan Rp17 Juta! Ini Rincian Biaya dan Subsidi dari Pemerintah

Pesantren Modern yang Siap Go Global
Tak berhenti sampai di situ, Dr. Fawaid juga menyebut kalau LP3M terus memperkuat jejaring riset lintas fakultas dan memperluas kemitraan dengan pemerintah, industri, dan lembaga internasional.

“UNUJA berkomitmen menjadi pusat inovasi yang menggabungkan semangat pesantren dengan daya saing global,” tuturnya mantap.

Dengan prestasi beruntun dari 2023 sampai 2025 ini, UNUJA makin kokoh di Klaster Madya dan siap menatap peluang untuk naik ke Klaster Utama di pemeringkatan nasional berikutnya.

Baca Juga: Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia 2025, Unesa Siap Jadi Tuan Rumah Kampus Berdampak, Ini Agendanya

Buat UNUJA, penghargaan ini bukan cuma simbol prestasi semata, tapi tonggak penting menuju transformasi sebagai kampus riset unggulan nasional yang tetap berakar pada nilai-nilai pesantren dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Akhirnya, semua ini jadi pengingat indah bahwa ketika ilmu, kerja keras, dan keikhlasan berpadu, hasilnya nggak akan pernah mengkhianati proses. ***