POJOKSATU.id - Universitas Pamulang (UNPAM) kembali mencuri perhatian lewat capaian terbarunya dalam pemeringkatan SINTA 2025, nih.

Berdasarkan data resmi, UNPAM membukukan skor 452.177 dan berhasil duduk manis di posisi kelima sebagai kampus swasta dengan skor SINTA tertinggi di Indonesia.

Capaian ini bikin UNPAM melaju kencang, bahkan mengungguli beberapa PTS besar lain yang selama ini mendominasi.

Buat yang belum familiar, SINTA adalah indikator nasional yang menilai produktivitas dan kualitas riset sebuah institusi.

Baca Juga: Wamen P2MI Ungkap Prabowo Minta Kirim 500.000 Tenaga Kerja ke Luar Negeri Tahun Depan

Penilaiannya meliputi publikasi ilmiah, jumlah sitasi, hingga capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Jadi, tingginya skor SINTA UNPAM mencerminkan kalau aktivitas penelitian di kampus ini lagi naik daun banget.

10 PTS dengan Skor SINTA Tertinggi 2025
Nah, berikut ini daftar lengkap 10 kampus swasta dengan skor SINTA tertinggi tahun 2025.

Posisi UNPAM cukup mengejutkan banyak pihak karena mampu mendahului kampus-kampus papan atas lainnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Peraih Emas OMI Nasional 2025, Siswa Madrasah Berkilau di Panggung Sains

Universitas Telkom: 610.755

Universitas Surabaya: 576.622

Universitas Muhammadiyah Surakarta: 532.622

Universitas Tarumanagara: 510.720

Universitas Pamulang (UNPAM): 452.177

Universitas Bina Nusantara: 451.903

Universitas Pakuan: 335.209

Universitas Muhammadiyah Malang: 326.144

Universitas Islam Indonesia: 318.576

Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara: 314.884

Baca Juga: Fashion Sustainable: Cara Tampil Stylish tanpa Merusak Lingkungan

Kalau penasaran sama skor kampus lain, masyarakat bisa mengeceknya langsung di laman resmi sinta.kemdikbud.go.id.

Tinggal pilih menu “Institutions” atau pakai fitur pencarian, dan detail performa tiap PTS akan langsung terpampang jelas.

Dengan tren skor yang terus meningkat, UNPAM makin menunjukkan taringnya sebagai pusat riset yang berkembang pesat di jagat perguruan tinggi swasta Indonesia.

Sebuah langkah maju yang layak diapresiasi, ya. ****