POJOKSATU.id - Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan (Unpak) digelar dalam rangkaian wisuda Program Doktor, Magister, Sarjana dan Ahli Madya di Gedung Braja Mustika, Bogor pada Rabu (23/8/2023).
Wisuda gelombang kedua ini, Unpak mewisuda sebanyak 724 lulusan dengan rincian yaitu Sekolah Pascasarjana S3 sebanyak 25 orang, S2 sebanyak 58 orang.
Sementara dari masing-masing fakultas yang ada di Unpak, melahirkan para sarjana yaitu dari Fakultas Hukum sebanyak 62 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 220 orang, dan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 112 orang.
Lainnya wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya sebanyak 93 orang, Fakultas Teknik sebanyak 47 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 100 orang, dan Sekolah Vokasi sebanyak 7 orang.
Baca Juga: Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi Se-Indonesia Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024
Menyertai gelaran wisuda, berbagai catatan perkembangan dari universitas yang berada di bawah naungan Yayasan Kartika Siliwangi Pembina Universitas Pakuan ini, turut dipaparkan sebagai bentuk pencapaian terbaru kampus yang awalnya bernama Universitas Bogor ini.
Humas dan Promosi Universitas Pakuan, Aditya Prima Yudha menyebutkan semangat sivitas akademika Universitas Pakuan untuk membangun sumberdaya manusia senantiasa terus ditingkatkan.
"Dalam bidang Sumberdaya Manusia, alhamdulillah sepanjang tahun akademik 2022/2023 Unpak telah melahirkan dua orang Profesor Bidang Sains yang sebentar lagi insyallah akan kita kukuhkan," jelas lelaki yang biasa disapa Adit itu.
Dengan begitu, saat ini perguruan tinggi yang sudah berkiprah selama hampir dua dekade ini, sudah memiliki sebanyak 16 Profesor atau Guru Besar.
Baca Juga: Wisuda Tahfidz Quran SD PERSA Sekolah Juara Medan Bertema The Real Champion
Adit menambahkan, dalam dua tahun ke depan Unpak memproyeksikan lulusan Doktor baik yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
"Tak hanya itu, untuk meningkatkan kompetensi SDM Unpak baik tenaga pendidik maupun nondik, kita telah melaksanakan PEKERTI dan BImtek Manajemen Laboratorium," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan Merdeka Belaja-Kampus Merdeka (MBKM) Unpak juga mulai aktif melakukan pertukaran pelajar yang diikuti sebanyak 42 mahasiswa.
Selain pertukaran, juga tercatat magang di industri sebanyak 77 mahasiswa, penelitian 10 mahasiswa, kegiatan kewirausahaan 4 orang, proyek kemanusiaan 51 mahasiswa, proyek independent 18 mahasiswa dan mahasiswa membangun desa sebanyak 83 mahasiswa.
Baca Juga: Dua Kampus Swasta Jajak Peluang Kerjasama Penelitian dengan Pemkab Maros
Dalam bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan, Unpak meraih peringkat ke-1 pada kluster utama sebagai pemenang hibah penelitian terbanyak, dan peringkat ke-3 untuk semua kluster di tingkat LLDikti wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Dalam bidang kemahasiswaan, tahun ini Unpak memperoleh hibah PPK Ormawa 4 team, P2MW 4 mahasiswa, dan PKM sebanyak 8 mahasiswa.
Unpak juga kini tengah mempersiapkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diamanatkan dalam Permendikbud Ristek No 41 Tahun 2021.
Adit mengakui, hal ini tentu bukan suatu hal yang mudah, perlu banyak persiapan baik dari sisi administratif maupun sumber daya manusia terutama kesiapan program studi sebagai pelaksana.
Meski begitu, terdapat sebanyak 14 prodi yang telah memiliki izin penyelenggaraan dan tengah melakukan berbagai persiapan.
Dalam bidang publikasi ilmiah dan jurnal, Unpak berada pada peringkat ke 54 SINTA Nasional. Pada tahun ini, Unpak memiliki 17 Jurnal yang telah terakreditasi SINTA dan 10 Jurnal masih dalam proses akreditasi.
Baca Juga: 713 Mahasiswa PPG Prajabatan UNM Dilatih Penulisan Artikel Ilmiah
Adit juga menuturkan, pada pemeringkatan perguruan tinggi versi Webometric yang diakses per Juli 2023, Unpak naik 69-point dari sebelumnya peringkat 227 pada tahun 2022 naik ke peringkat 158 Nasional di tahun 2023 ini.
Sedangkan pada pemeringkatan EduRank yang dirilis bulan April 2023, Unpak menempati seratus besar, tepatnya rangking 97 dari 562 Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang mengikuti pemeringkatan tersebut.
"Artinya kepercayaan masyarakat terhadap Unpak masih sangat tinggi. Kami percaya kualitas alumni menjadi salah satu ukuran yang turut menumbuhkan kepercayaan itu," ujar Aditya.
Disebutkan Adit, Unpak sebagai perguruan tinggi swasta di Bogor terus berupaya meningkatkan kinerja menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat baik nasional maupun global.
Dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran, Unpak sedang berupaya melaksanakan Pendidikan Berbasis Capaian atau yang biasa disebut Outcome Based Education (OBE) dan Internasionalisasi kampus.
Baca Juga: Mahasiswa KKN-T Fisipkom Unida Cegah Stunting Melalui Penyuluhan PHBS
Dalam bidang kemitraan, Universitas Pakuan terus mengembangkan jejaring kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri.
Upaya ini dilakukan melalui pertemuan ilmiah pimpinan, dosen baik dalam pertemuan nasional maupun internasional.
Begitu pun kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan pemerintah dan organisasi kerja sama dilakukan dengan program yang berkaitan dengan implementasi MBKM, seperti magang, pertukaran mahasiswa, sebagai dosen tamu, kolaborasi riset, dan publikasi ilmiah.
Jejaring kemitraan ini memberi dukungan positif dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta meningkatkan mutu Universitas Pakuan menuju akreditasi unggul.***




