POJOKSATU.id, UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) memberikan peluang besar bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister dan Dokter program beasiswa.

Unpad menyediakan tiga skema beasiswa inti untuk jenjang Magister dan Doktor mencakup program nasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ketiga skema beasiswa tersebut Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dan Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI), program pendanaan internal Unpad seperti Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BDPD) dan Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP).

Baca Juga: PENCAIRAN TPG Triwulan II Bulan Juni atau Juli? Cek INFO Resmi Terbaru dari 2 Sumber Terpercaya!

Direktur Akademik Unpad, Prof Aliya Nur Hasanah menjelaskan melalui beasiswa yang ada menunjukkan bahwa Unpad berperan dalam menyediakan pendidikan yang bisa memberikan impact bagi masyarakat.

"Semakin banyak lulusan S-2 dan S-3, maka semakin besar kontribusi yang bisa Unpad berikan bagi penyelesaian masalah di masyarakat,” ujar Prof Nur Hasanah dikutip dari Kanal Media Unpad, Kamis, 19 Juni 2025.

Prof Aliya mengungkapkan terkait jumlah kuota mahasiswa yang akan diterima lewat skema beasiswa ini ditentukan oleh pemerintah. Untuk Beasiswa PMDSU, kuota disesuaikan dengan jumlah promotor yang eligible, di mana tahun ini terdapat tujuh promotor sehingga tersedia tujuh kuota.

Baca Juga: Rekening Langsung Terisi dari APBN, Kini Guru Terima Tunjangan Lebih Cepat

Sementara itu, kuota PDDI juga ditetapkan pemerintah namun tidak bergantung pada jumlah promotor. Pada laman resmi Beasiswa PMDSU dan Beasiswa PDDI, telah dicantumkan daftar program studi dan promotor (khusus untuk PMDSU) yang dapat dipilih. Skema PMDSU (beasiswa S-2 dan S-3) bersifat terarah, di mana peserta hanya bisa mendaftar pada promotor yang telah ditetapkan.

Sedangkan, pada beasiswa PDDI (beasiswa S-3), peserta hanya memilih program studi tanpa menentukan promotor.

Pendaftaran keduanya dilakukan melalui laman SMUP yang disediakan secara khusus untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) sebagai salah satu syarat mendaftar Beasiswa PMDSU dan Beasiswa PDDI.

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan Tahun 2025 Dibuka, Tersedia 3.252 Formasi untuk 7 Lembaga, Berikut Rincian dan Jadwal Lengkap Seleksi

“Jadi LoA hanya sebagai salah satu persyaratan saja, dan Unpad bukan sebagai penentu siapa yang akan diterima. Khusus dalam Beasiswa PMDSU, terdapat proses wawancara oleh promotor,” tuturnya.

Prof Aliya menambahkan bahwa khusus untuk Beasiswa PDDI, Unpad membuka gelombang pendaftaran di luar skema reguler SMUP yang masih dibuka hingga Kamis, 19 Juni 2025 pukul 23.59 WIB.

Program PDDI tidak hanya menawarkan skema single degree, tetapi juga double degree, yang memungkinkan peserta meraih dua gelar dalam waktu tiga tahun.

Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR Tegaskan Penerima PKH dan BPNT Tak Berkurang, Namun Penerima KIP Berkurang

Melalui skema ini, peserta juga berpeluang mengikuti program di universitas mitra, sehingga menjadi kesempatan bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa penuh.

Selain itu, Unpad juga menyediakan beasiswa internal, yaitu Beasiswa BPDP yang ditujukan untuk studi jenjang S-3, serta Beasiswa BUPP yang merupakan program fast track dari S-2 dan S-3.

Sama seperti skema PMDSU, kedua beasiswa ini juga bersifat terarah (targeted), karena promotor dan topik penelitian telah ditentukan sejak awal.

Baca Juga: KAPAN PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tahap 2 Dimulai? Begini Informasi Resmi dari Nunuk Suryani!

Dengan demikian, mahasiswa penerima beasiswa BPDP dan BUPP sudah memiliki arah riset yang jelas sejak mulai studi. Pendaftaran untuk Beasiswa BPDP dan BUPP juga dilakukan melalui laman SMUP.

“Ini merupakan peluang besar, jadi jangan ragu untuk mendaftar beasiswa. Di Unpad, pilihan program studi cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan minat masing-masing calon peserta,” pungkasnya. ***