POJOKSATU.id - Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki perjalanan sejarah panjang dalam dunia pendidikan Indonesia.

Kampus yang kini dipimpin Rektor Prof. Dr. S Martono ini berawal dari institusi pendidikan guru dan terus bertransformasi mengikuti tuntutan zaman hingga menjadi universitas negeri badan hukum (PTN-BH).

Cikal bakal UNNES bermula dari lembaga pendidikan guru pada masa kolonial Belanda, yakni Middelbaar Onderwijzer A Cursus (MO-A) dan Middelbaar Onderwijzer B Cursus (MO-B) yang diselenggarakan di Semarang hingga tahun 1950.

Kedua kursus ini kemudian berkembang menjadi Kursus B-I dan B-II sebelum akhirnya bergabung ke Universitas Diponegoro pada 1960 sebagai Fakultas Pendidikan.

Baca Juga: Santai Tanggapi Rumor Pacaran dan Menikah dengan Ruben Onsu, Ayu Ting Ting: Sudah Biasa

Perkembangan signifikan terjadi pada 1963 saat pemerintah mendirikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).

Saat itu, Fakultas Pendidikan Universitas Diponegoro ditunjuk sebagai cabang IKIP Yogyakarta di Semarang.

Dua tahun berselang, melalui Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 40 Tahun 1965, cabang tersebut resmi berdiri sebagai IKIP Semarang dengan sejumlah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan.

Selama lebih dari tiga dekade, IKIP Semarang tumbuh pesat dan menjadi rujukan pendidikan tenaga kependidikan di Jawa Tengah.

Baca Juga: Tak Sekadar Cek, Bupati Aep Ikut Cicipi Masakan untuk Korban Banjir Karawang

Transformasi besar terjadi pada 1999 melalui Keputusan Presiden Nomor 124 Tahun 1999 yang mengubah IKIP Semarang menjadi Universitas Negeri Semarang.

Perubahan status ini membuka jalan bagi pengembangan fakultas non-kependidikan, termasuk Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum.

UNNES terus melangkah maju hingga pada 20 Oktober 2022 resmi menyandang status PTN-BH berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2022.

Status ini menandai babak baru tata kelola perguruan tinggi yang lebih otonom, adaptif, dan berdaya saing global.

Baca Juga: Guru Pengganti Tidak Terima TPG Penuh, Begini Mekanisme Hak Bayarnya Menurut Admin Info GTK

Secara kelembagaan, UNNES memiliki visi menjadi universitas bereputasi dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi.

Visi tersebut dijalankan melalui misi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, tata kelola berkelanjutan, serta kerja sama nasional dan internasional.

Dalam praktiknya, simbol dan logo UNNES memiliki fungsi berbeda.

Simbol digunakan untuk kepentingan internal akademik, sedangkan logo diperuntukkan bagi kepentingan eksternal seperti citra publik dan hubungan masyarakat, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar UNNES.

Dengan kampus utama di Sekaran, Gunungpati, serta sejumlah kampus lain di Semarang dan Tegal, UNNES kini menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Baca Juga: Mengenal Universitas Teknologi Bandung, Dari STTB hingga Kampus Socio-Creativepreneur

Dari institusi pencetak guru hingga universitas modern berkelas dunia, UNNES terus meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai konservasi.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan global, perjalanan panjang UNNES menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan adalah proses berkelanjutan.

Dari masa ke masa, UNNES hadir bukan sekadar sebagai institusi akademik, tetapi sebagai penggerak harapan bagi masa depan pendidikan Indonesia. ***