POJOKSATU.id - Universitas Jambi (UNJA) kembali mencatat capaian penting dalam pengembangan publikasi ilmiah dengan bertambahnya dua jurnal yang berhasil meraih akreditasi Science and Technology Index (SINTA) 2.

Dua jurnal tersebut adalah Ideal: Indonesian Educational Administration and Leadership Journal serta Elements: Educational Leadership and Management Journal.

Keduanya berada di bidang pendidikan dan dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA.

Baca Juga: ITB Terima 1.225 Mahasiswa SNBP 2026, Ini Jadwal Daftar Ulang, Sebaran Fakultas hingga Kampus Cirebon

Ketua LPPM UNJA, Amirul Mukminin, menyampaikan bahwa dengan tambahan dua jurnal tersebut, total jurnal SINTA 2 di UNJA kini menjadi tujuh. Sebelumnya, kampus ini telah memiliki lima jurnal dengan akreditasi serupa.

Secara nasional, jumlah jurnal ilmiah di Indonesia mencapai lebih dari 20 ribu jurnal, dengan sekitar 13 ribu di antaranya telah terakreditasi dalam sistem SINTA dari peringkat 1 hingga 6.

Sementara di UNJA sendiri, terdapat sekitar 142 jurnal yang dikelola, baik yang sudah terakreditasi maupun yang masih dalam tahap pengembangan.

Baca Juga: UPI hingga Unpad Jadi PTN Paling Banyak Peminat di SNBP 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Dari jumlah tersebut, sekitar 59 jurnal telah memperoleh akreditasi, termasuk tiga jurnal SINTA 1 dan tujuh jurnal SINTA 2.

Selain itu, UNJA juga memiliki dua jurnal yang telah terindeks Scopus, yang menunjukkan kualitas publikasi yang diakui secara internasional.

Menurut Amirul, memperoleh akreditasi SINTA 2 bukan hal yang mudah karena membutuhkan proses yang kompetitif dan memenuhi berbagai standar ketat.

Baca Juga: Dian Kusdianto Ajak Anak Muda Cirebon Lawan Narkoba Lewat Ruang Kreatif dan Aksi Positif

Mulai dari kualitas artikel, manajemen penerbitan, hingga kinerja dewan editor dan reviewer menjadi faktor penting dalam penilaian.

Jurnal dengan akreditasi SINTA 2 juga memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai wadah publikasi ilmiah, tetapi juga sebagai salah satu syarat kenaikan jabatan fungsional dosen, khususnya menuju lektor kepala.

Selain itu, keberadaan jurnal ini mendukung kebutuhan akademik mahasiswa, termasuk mahasiswa program doktor (S3) yang diwajibkan memiliki publikasi di jurnal terakreditasi.

Baca Juga: 6.509 Peserta Lolos SNBP 2026 di Unesa, 1.293 di Antaranya Penerima KIP Kuliah

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal, LPPM UNJA menerapkan berbagai strategi, seperti mengundang pakar dari kementerian untuk pelatihan, serta melakukan evaluasi berkala setiap semester.

Upaya ini dilakukan agar pengelolaan jurnal terus berkembang dan memenuhi standar nasional.

UNJA juga didukung oleh tiga asesor jurnal tingkat nasional, yaitu Robi Hendra, Dian Arisandy Eka Putra Sembiring, dan Anggelia Puspasari.

Baca Juga: ASN Siap-Siap! Aturan WFH Diperluas, Kendaraan Dinas Dipangkas dan Perjalanan Dibatasi

Mereka berperan dalam membimbing serta meningkatkan kualitas jurnal di lingkungan kampus.

Ke depan, LPPM UNJA juga akan menggelar program bedah jurnal pada tahun 2026 sebagai upaya pendampingan bagi pengelola jurnal dalam meningkatkan akreditasi.

Program ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendala sekaligus memberikan solusi konkret dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

Baca Juga: Lagi Cari Kerja? Bank BPD DIY Resmi Buka Rekrutmen 2026, Ini Daftar Posisi dan Syaratnya

Di tengah jumlah dosen UNJA yang mencapai lebih dari seribu orang, partisipasi aktif sivitas akademika menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Komitmen untuk terus meneliti dan menerbitkan karya ilmiah diharapkan mampu mendorong reputasi akademik kampus ke tingkat yang lebih tinggi. ***