POJOKSATU.id - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dipercaya memperkuat perannya dalam peningkatan kompetensi dosen secara nasional setelah lolos dan direkomendasikan sebagai perguruan tinggi penyelenggara Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) periode 2026–2030.

UNJ lolos dalam proses seleksi yang dilakukan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.

Hasil seleksi tersebut diumumkan pada 10 Agustus 2026. UNJ dinyatakan lolos dan direkomendasikan tanpa revisi.

Hasil tersebut menunjukkan kesiapan UNJ dalam memenuhi persyaratan sekaligus standar penyelenggaraan program pengembangan kompetensi dosen untuk lima tahun mendatang.

Baca Juga: KPK Tegaskan Orang Tua Calon Mahasiswa Unsoed Korban Pemerasan, Bukan Pelaku

Perkuat Peran UNJ dalam Pengembangan Dosen
Kepercayaan tersebut semakin memperkuat posisi UNJ sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan PEKERTI dan AA.

Melalui Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3), UNJ secara konsisten menyelenggarakan pelatihan bagi dosen di lingkungan internal.

BP3 UNJ juga aktif mendampingi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme dosen.

Pada 2026, misalnya, BP3 UNJ menyelenggarakan pelatihan Applied Approach (AA) bagi dosen UNJ yang diikuti 22 dosen dari tujuh fakultas.

Baca Juga: Mahasiswa Gagal Masuk Kedokteran Unsoed, Uang Rp650 Juta Berujung Tiga Paket Proyek Kampus

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesionalisme dosen agar mampu merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran secara lebih optimal.

Dampingi Perguruan Tinggi Mitra
Pengalaman UNJ dalam penyelenggaraan PEKERTI dan AA tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal.

Pada Mei 2026, BP3 UNJ menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) PEKERTI dan AA bagi tiga perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Politeknik Negeri Bandung.

Pada periode yang sama, BP3 UNJ juga mendampingi Universitas Pertahanan Republik Indonesia melalui penyelenggaraan ToT PEKERTI-AA.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendukung kemandirian perguruan tinggi mitra dalam menyelenggarakan pelatihan PEKERTI-AA secara internal.

Baca Juga: Kemhan Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Larangan Hijab Kadet Unhan, Begini Penjelasannya

Pengalaman serupa telah dibangun UNJ melalui berbagai kerja sama penyelenggaraan ToT PEKERTI dan AA dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Pada 2025, BP3 UNJ berkolaborasi dengan Universitas Palangka Raya dan Universitas Negeri Gorontalo dalam mempersiapkan calon instruktur PEKERTI dan AA.

Rektor UNJ: Kepercayaan Harus Dijaga
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut baik hasil seleksi tersebut.

Menurutnya, kepercayaan untuk kembali menjadi perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI dan AA merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas UNJ dalam mengembangkan kompetensi dosen.

Namun, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan program.

Baca Juga: 10 Sekolah Kedinasan 2026 yang Bisa Jadi Pilihan Perempuan, Cek Syarat dan Prospek Lulusannya

“Lolosnya UNJ sebagai perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI dan AA periode 2026–2030 merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan kualitas.

Kita tidak hanya ingin menyelenggarakan pelatihan, tetapi memastikan program ini benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan profesionalisme dosen,” ujar Prof. Komarudin.

Rekomendasi Tanpa Revisi Jadi Motivasi
Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, mengatakan hasil seleksi tersebut menjadi capaian penting sekaligus tanggung jawab bagi UNJ untuk mempertahankan standar penyelenggaraan program.

Menurutnya, pengalaman panjang UNJ menjadi modal penting untuk menjalankan penyelenggaraan PEKERTI dan AA pada periode 2026–2030.

Baca Juga: Beasiswa S3 Swiss 2027-2028 Dibuka, Ada Tunjangan Rp54 Juta per Bulan

“Hasil ini menjadi bukti bahwa pengalaman, kapasitas instruktur, tata kelola, serta sistem penyelenggaraan PEKERTI dan AA yang selama ini dibangun UNJ mendapat kepercayaan.

Rekomendasi tanpa revisi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan,” ujar Prof. Johansyah.

Dia menambahkan, PEKERTI dan AA tidak sekadar menjadi program pelatihan atau pemenuhan persyaratan administratif dosen.

Program tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan profesionalisme dosen, khususnya dalam meningkatkan kemampuan merancang dan mengelola pembelajaran di perguruan tinggi.

Baca Juga: Andrew Garfield Ingin Tinggalkan Dunia Akting, Pilih Hidup Sederhana dan Jauh dari Sorotan

“Kami ingin PEKERTI dan AA menjadi ruang pengembangan profesional dosen. Peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi mendapatkan kompetensi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan mahasiswa,” katanya.

Rekam Jejak Pendampingan
Rekam jejak UNJ dalam penyelenggaraan PEKERTI dan AA juga terlihat dari berbagai program pendampingan kepada perguruan tinggi mitra.

Pada 2025, BP3 UNJ tercatat mendampingi sejumlah perguruan tinggi melalui program ToT.

Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pertahanan, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Palangka Raya, dan Universitas Negeri Gorontalo.

Selain itu, UNJ terus memperkuat penyelenggaraan PEKERTI dan AA untuk kebutuhan internal.

Baca Juga: Laut Bercerita Siap Masuk Bioskop Oktober 2026, Angkat Kisah Aktivis Era Orde Baru

Pada 2026, BP3 UNJ juga menyelenggarakan pelatihan PEKERTI bagi dosen yang salah satunya ditujukan untuk memperkuat kompetensi dosen dalam mendukung kualitas pendidikan dan akreditasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dengan lolosnya seleksi sebagai perguruan tinggi penyelenggara PEKERTI dan AA periode 2026–2030, UNJ memiliki ruang yang semakin luas untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan profesionalisme dosen.

Capaian tersebut tidak hanya menjadi pengakuan terhadap pengalaman dan kapasitas UNJ, tetapi juga memperbesar peran kampus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi secara nasional.

Melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas instruktur, UNJ diharapkan terus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai perguruan tinggi Indonesia. ***