POJOKSATU.id - Universitas YARSI didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) pada 15 April 1967, berawal sebagai Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI dengan satu program studi kedokteran.
Pendirian lembaga ini bertolak dari keprihatinan atas langkanya tenaga medik di Indonesia serta masih minimnya partisipasi umat Islam dalam pengelolaan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Pada masa itu, di Jakarta belum terdapat lembaga pendidikan kedokteran maupun rumah sakit yang dikelola oleh lembaga Islam.
Baca Juga: Update Dapodik Setelah Tanggal 15? Ini Dampaknya ke TPG Januari 2026
Kehadiran Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan kedokteran dengan landasan iman Islam yang membimbing manusia memahami hakikat kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Dalam perkembangannya, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961, pada tahun 1969 lembaga ini secara resmi menggunakan nama Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI.
Dukungan besar juga datang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, baik dari pimpinan fakultas maupun para dosen, termasuk pemanfaatan ruang kuliah dan laboratorium di Kampus FK UI Salemba hingga tahun 1970.
Baca Juga: TPG Guru 2026 Cair Bulanan! Ini Pola Baru yang Bikin Penghasilan Guru Lebih Stabil Sepanjang Tahun
Tonggak penting lainnya terjadi pada tahun 1968 dengan peletakan batu pertama kampus oleh Ibu Tien Soeharto.
Sejak tahun 1971, kampus YARSI mulai menempati areal strategis di Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektare.
Seiring waktu, Yayasan YARSI membangun berbagai sarana penunjang pendidikan, termasuk lima menara megah setinggi 14 lantai serta sejumlah gedung lain untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan institusi.
Pada tahun 1989 dibuka tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknologi Informasi.
Sejak saat itu, lembaga ini resmi menggunakan nama Universitas YARSI.
Selanjutnya, dilakukan penambahan Fakultas Psikologi serta pengembangan program studi kedokteran gigi dan sejumlah program magister, antara lain Magister Manajemen, Magister Kenotariatan, dan Magister Biomedis di bawah pengelolaan sekolah pascasarjana.
Hingga kini, Universitas YARSI memiliki enam fakultas dengan total 13 program studi.
Universitas ini mengusung visi mewujudkan perguruan tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi, serta mampu bersaing di fora nasional maupun internasional.
Visi tersebut dijalankan melalui misi mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, pengajaran, penelitian, serta publikasi yang unggul dan bermutu tinggi sesuai nilai-nilai Islam.
Baca Juga: Video Hoaks Kepala BKN Terkait CPNS 2026 Viral, Prof Zudan Tegaskan Cek Sumber Resmi BKN
Selain itu, Universitas YARSI juga berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia dan tata kelola yang mampu memberi arah perubahan bagi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, merata, dan beradab.
Perjalanan panjang Universitas YARSI dari sebuah sekolah tinggi kedokteran hingga menjadi universitas Islam berdaya saing global.
Universitas ini mencerminkan konsistensi dalam mengintegrasikan keilmuan modern dengan nilai-nilai keislaman, sebagai ikhtiar mencetak generasi profesional yang berintegritas dan bermanfaat bagi umat serta bangsa. ***




