POJOKSATU.id, MEDAN-Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi sorotan publik, setelah masuk ke dalam kategori zona merah (red flag) dalam pemeringkatan Research Integrity Index (RI²). Indeks ini merupakan pemetaan global yang menilai tingkat risiko integritas riset di institusi pendidikan tinggi.

Dalam laporan tersebut, USU tercatat sebagai salah satu dari lima besar kampus dengan risiko integritas riset tertinggi di dunia.

USU menjadi satu dari sejumlah kampus di dunia yang masuk kategori zona merah karena tingginya skor pada kedua indikator tersebut.

Baca Juga: Penjelasan Beban Kerja Guru sesuai Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025, Berikut Detail Tugas Tambahan Lain yang Bisa Dihitung sebagai Jam Tatap Muka

Dalam penilaiannya, RI² menilai integritas riset kampus menggunakan dua indikator utama;

R Rate (Retraction Rate): Mengukur jumlah artikel yang ditarik per 1.000 publikasi, mengindikasikan adanya pelanggaran serius seperti plagiarisme atau kesalahan metodologi.

D Rate (Delisting Rate): Mengukur persentase publikasi yang terbit di jurnal yang telah dicabut dari indeks bereputasi seperti Scopus dan Web of Science karena melanggar standar etika atau kualitas.

Menanggapi laporan ini, pihak USU menyatakan bahwa mereka menghargai setiap upaya yang bertujuan meningkatkan integritas dalam dunia akademik, termasuk laporan RI² tersebut.

Baca Juga: M Scolarship Batch 2 Resmi Dibuka, Program Beasiswa untuk Mahasiswa di Sumbar, Berikut Syarat dan Manfaat yang Diterima

Kepala Humas USU, Amalia Meutia, mengungkapkan bahwa pihak kampus menjadikan laporan ini sebagai masukan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh di bidang tata kelola penelitian.

“Selama ini, USU telah memiliki perangkat dan kebijakan untuk menjaga integritas peneliti, mulai dari regulasi etik penelitian, pelatihan penulisan ilmiah, hingga penggunaan sistem deteksi plagiarisme,” ujar Amalia dalam siaran tertulisnya dikutip Rabu, 9 Juli 2025.

Pun demikian, Amalia belum merinci secara spesifik seberapa ketat pengawasan terhadap kualitas dan proses riset di internal kampus. Termasuk, bagaimana kebijakan kampus terhadap riset-riset yang diduga tidak memenuhi standar etik atau dilakukan dengan cara yang curang.

Baca Juga: 207 ASN Bapenda Bandung Ikuti Tes Narkoba Rutin, Pemkot Perketat Deteksi Dini

Amalia menekankan, USU menyadari bahwa hasil riset sivitas akademik memiliki peran besar dalam membentuk reputasi institusi. Namun, tanpa integritas yang kuat, hasil tersebut justru dapat menjadi beban reputasi.

“Oleh karena itu, USU berkomitmen untuk menjadikan hasil evaluasi ini sebagai indikator penting untuk perbaikan berkelanjutan, guna memastikan bahwa seluruh proses riset di lingkungan kampus berjalan secara bertanggung jawab dan berintegritas tinggi,” tegas Amalia.

Klik, follow & subscribe website & medsos kami untuk mendapatkan informasi terbaru;

VERSI ANDROID 

VERSI iOS 

LINK SALURAN WHATSAPP 

Fanpage edugov

Daftar Kampus Kategori Risiko Integritas Tertinggi atau Red Flag

1.Universitas Bina Nusantara (BINUS): RI² Score: 0.609

2.Universitas Airlangga (UNAIR): RI² Score: 0.414

3.Universitas Sumatera Utara (USU): RI² Score: 0.400

4.Universitas Hasanuddin (UNHAS): RI² Score: 0.349

5.Universitas Sebelas Maret (UNS): RI² Score: 0.317

Selanjutnya, Daftar Kategori “High Risk” (Risiko Tinggi)

1. Universitas Diponegoro (UNDIP): RI² Score: 0.220

2. Brawijaya University (UB): RI² Score: 0.219

3. Padjadjaran University (UNPAD): RI² Score: 0.198

Daftar Kampus Kategori “Yellow Flag” atau Perlu Perhatian dan Peningkatan

1.Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): RI² Score: 0.168

2. University of Indonesia (UI): RI² Score: 0.154

3. Bandung Institute of Technology (ITB): RI² Score: 0.120

4. Institut Pertanian Bogor (IPB): RI² Score: 0.119

5. Gadjah Mada University (UGM): RI² Score: 0.117

Baca Juga: Polisi Ungkap Temuan Baru di Lokasi Tewasnya Arya Daru Pangayunan, Selain Lilitan Lakban Ternyata Ditemukan Bukti Ini

Demikian daftar kampus dengan Risiko Integritas Tertinggi, di mana USU salah satunya. Pihak kampus memastikan laporan ini sebagai evaluasi untuk perbaikan. ***