POJOKSATU.id - Perguruan tinggi berbasis pesantren terus tumbuh menjawab tantangan zaman, seperti Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.

UAC hadir sebagai ikhtiar strategis menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul secara akademik tanpa tercerabut dari akar nilai keislaman dan kebangsaan.

Pendirian UAC berangkat dari kesadaran bahwa generasi bangsa membutuhkan institusi yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga berkarakter dan bermoral.

Tradisi pesantren yang menjadi fondasi utama universitas ini berpadu dengan semangat modernisasi dalam merumuskan arah dan identitas kelembagaan.

Baca Juga: Masjid Al-Syuro Garut, Masjid Bergaya Art Deco yang Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan

Mengabadikan Nama Ulama Pejuang

Nama KH. Abdul Chalim diabadikan sebagai identitas universitas sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama besar sekaligus pejuang kemerdekaan.

Sosoknya dikenal visioner, berilmu luas, serta memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan, dakwah, dan perjuangan nasional.

Nilai perjuangan, keikhlasan, keteladanan, dan nasionalisme yang diwariskan menjadi spirit utama dalam penyelenggaraan pendidikan di UAC.

Warisan inilah yang menjiwai seluruh aktivitas akademik dan pengembangan institusi.

Baca Juga: VIRAL Tarawih Berhadiah Sepeda hingga Mesin Cuci, Masjid di Gresik Mendadak Penuh Setiap Malam

Transformasi Menuju Universitas

Lembaga pendidikan yang menjadi cikal bakal UAC mengalami proses transformasi kelembagaan secara bertahap dan terencana hingga resmi berstatus universitas.

Perubahan ini bukan sekadar administratif, melainkan mencerminkan perluasan mandat akademik, penguatan tata kelola, serta peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi.

Penguatan tersebut meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

UAC terus menata diri agar mampu menjawab dinamika pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Kemenag Targetkan BOP RA dan BOS Madrasah Tahap I Tahun 2026 Masuk Rekening sebelum Lebaran, Imbau Dokumen Diunggah Tepat Waktu

Penguatan Akademik dan Jejaring

Sejak berdiri, UAC konsisten mengembangkan program studi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melengkapi sarana dan prasarana pendidikan.

Kurikulum dirancang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetap berlandaskan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Jejaring kerja sama juga dibangun dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.

Langkah ini menjadi strategi memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Baca Juga: pdate Terbaru: Status Aplikasi EMIS-GTK dan Cara Pencairan TPG

Visi dan Misi UAC

Visi Universitas KH Abdul Chalim adalah menjadi universitas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, keislaman, dan teknologi yang berlandaskan nilai pesantren, moderat, serta berdaya saing global.

Misinya meliputi:

- Menyelenggarakan pendidikan tinggi bermutu yang terintegrasi antara keilmuan, keislaman, dan nilai pesantren.

- Membentuk lulusan berakhlakul karimah, berwawasan kebangsaan, dan kompetitif secara nasional maupun global.

- Mengembangkan penelitian dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

- Melaksanakan pengabdian berbasis pemberdayaan dan kearifan lokal.

- Menguatkan tata kelola profesional, transparan, dan akuntabel.

- Menumbuhkan budaya akademik inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemajuan peradaban.

Baca Juga: Sang Produser Ditangkap Gegara Narkoba di Jepang, Grup XG dan Agesi Minta Maaf, Tegaskan Jurin Dkk Tak Terlibat

Nilai-Nilai Dasar

UAC meneguhkan enam nilai utama sebagai fondasi kelembagaan: keislaman, kepesantrenan, moderasi, integritas, keunggulan, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan aktivitas sivitas akademika.

Sejarah UAC adalah perjalanan panjang yang diwarnai semangat pengabdian dan pembaruan.

Dengan berpijak pada warisan KH Abdul Chalim dan tradisi pesantren, universitas ini terus menatap masa depan sebagai institusi yang religius, inklusif, dan berdaya saing internasional. ***