POJOKSATU.id - Universitas Indonesia (UI) menorehkan prestasi besar di tingkat Asia Tenggara.

Kampus kuning yang berlokasi di Depok ini resmi meraih peringkat Healthy University Rating 5-Stars Plus, predikat tertinggi yang diberikan ASEAN University Network–Health Promotion Network (AUN-HPN).

Rektor UI, Heri Hermansyah menegaskan, pencapaian ini menjadi bukti keseriusan UI dalam menghadirkan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan mendukung produktivitas seluruh warganya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Apresiasi Kejari Usai Pulihkan Aset Daerah Rp 84 Miliar

Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil transformasi panjang menuju kampus modern yang menaruh perhatian besar pada kesejahteraan sivitas.

“Dengan sehat, UI bisa menjadi kampus yang unggul dan impactful. Karena itu, kami terus membudayakan gaya hidup sehat, olahraga, istirahat yang cukup, serta pola makan bergizi,” tegasnya.

Perolehan peringkat 5-Stars Plus ini membuat UI masuk jajaran universitas dengan pengelolaan kampus sehat terbaik di ASEAN.

Baca Juga: Bagaimana Sistem Manajemen Risiko EORMC Melindungi Keamanan Aset Pengguna?

Penilaian AUN-HPN dilakukan melalui Healthy University Rating System berbasis Healthy University Framework (HUF), panduan yang dirancang untuk mendorong universitas di kawasan ini membangun budaya promosi kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

Komitmen Kebijakan dan Infrastruktur Sehat
Tahun ini, UI dipuji karena mampu menunjukkan penerapan menyeluruh di seluruh aspek indikator AUN-HPN.

Pada kategori system and infrastructure, UI dinilai memiliki fondasi kebijakan yang kuat.

Baca Juga: KLJ Dicabut Jika Penerima Wafat! Bansos Lansia DKI Jakarta Tidak Otomatis Diwariskan ke Anak

Melalui Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2025, UI menegaskan fokus pada pengelolaan kesejahteraan kampus yang meliputi kesehatan fisik dan mental, keselamatan, keamanan, kesiapsiagaan, hingga kelestarian lingkungan.

Heri menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi kerangka kerja utama dalam penyediaan sarana kesehatan, fasilitas ramah disabilitas, hingga integrasi promosi kesehatan ke dalam kurikulum dan aktivitas riset.

“Kebijakan ini menjadi kerangka kerja utama dalam menyediakan sarana dan prasarana kesehatan, fasilitas ramah disabilitas, serta integrasi promosi kesehatan ke dalam kurikulum dan riset,” tambahnya.

Baca Juga: Program P2WKSS Sukabumi Target Juara se-Jawa Barat Lewat Penguatan Peran Perempuan dan Kolaborasi Daerah

Kebijakan Zero Tolerance yang Dijalankan Konsisten
Pada kategori zero tolerance, UI dinilai berhasil menegakkan aturan kampus bebas asap rokok, alkohol, dan obat terlarang secara konsisten.

Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi, edukasi kesehatan, pemasangan materi kampanye, hingga pengawasan lintas unit di lingkungan kampus.

Heri menekankan bahwa aturan ini telah menjadi budaya yang mengakar di UI, bukan hanya aturan normatif.

Baca Juga: Pencairan KLJ DKI Jakarta Terbaru, Rp300 Ribu Cair Per Bulan, Cek Syarat dan Jumlah Penerima!

“Kampus harus menjadi ruang yang sehat agar sivitas UI melahirkan karya-karya terbaik,” tambah Heri.

Penguatan Program Promosi Kesehatan
Komitmen UI juga terlihat pada pengembangan berbagai program promosi kesehatan.

Kampus secara rutin melakukan kajian kesehatan mental sebagai dasar intervensi program.

Baca Juga: Komisi II DPR RI Sukabumi Apresiasi Kinerja Pemerintah Kota dalam Evaluasi Transparansi dan Pelayanan Publik

Selain itu, UI melatih Peer Counselor and Health Educator (PCHE) bagi mahasiswa serta fasilitator kesehatan untuk dosen dan tenaga kependidikan guna memperkuat dukungan psikologis komunitas.

Akses olahraga juga diperluas melalui penyediaan fasilitas, pembentukan komunitas olahraga, hingga penyelenggaraan kompetisi seperti FISIP Badminton Cup, fun run antar-fakultas, serta aktivitas rutin lainnya.

UI juga menggandeng Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Depok dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memantau kondisi kesehatan warganya.

Baca Juga: Bentrok Berdarah di Sukahaji, Warga Diserang Ormas Bersenjata, Polisi Tak Tampak di Lokasi

Informasi seluruh kegiatan promosi kesehatan disampaikan melalui e-mail blast agar menjangkau seluruh sivitas.

Heri mengingatkan bahwa kesehatan merupakan modal penting bagi produktivitas dan kreativitas. Ia mengajak seluruh warga kampus lebih peduli terhadap kondisi diri.

“Setiap warga UI harus menjadi penggerak budaya hidup sehat. Ini bukan hanya program institusi, tetapi juga komitmen bersama untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya. ***