POJOKSATU.id – Universitas Brawijaya (UB) resmi membeberkan mekanisme lengkap Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, kampus yang berlokasi di Malang, Jawa Timur ini tetap membuka tiga jalur utama: SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri UB (Selma UB).
UB menyiapkan kuota sekitar 17.000 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026.
Mengutip informasi resmipada Kamis, 4 Desember 2025, komposisi penerimaan masing-masing jalur adalah 20 persen untuk SNBP, 30 persen untuk SNBT, dan maksimal 50 persen untuk Seleksi Mandiri.
Jalur Difabel Tak Dibatasi Kuota
Salah satu yang mendapat sorotan adalah akses untuk calon mahasiswa disabilitas. UB memastikan bahwa jalur Seleksi Mandiri Disabilitas tidak dibatasi kuota sehingga tidak dihitung dalam persentase 50 persen penerimaan Seleksi Mandiri.
“Seleksi mandiri disabilitas itu tidak ada kuota khusus. Jadi tidak masuk di perhitungan 50 persen maksimal tadi. Jadi sebanyak mungkin kita merekrut, menjaring pendaftar-pendaftar disabilitas,” ujar Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Arif Hidayat.
Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Dr. Rosihan Asmara, menambahkan bahwa jalur Seleksi Mandiri juga mencakup International Undergraduate Program (IUP).
Baca Juga: Gagal PPPK Paruh Waktu! Ribuan Honorer Diisukan Akan Dialihkan Jadi Outsourcing
Jalur ini memakai bahasa Inggris dan mewajibkan mahasiswa mengikuti program pertukaran ke luar negeri.
Ada Dua Prodi Baru untuk Jalur SNBT
UB membuka total 85 program studi untuk SNPMB 2026. Kepala Subdit Penerimaan Mahasiswa, Aulia Nur Mustaqiman, menyebutkan dua prodi baru yang mulai dibuka melalui SNBT tahun depan, yaitu:
-Bioinformatika (FMIPA)
-Industri Peternakan Cerdas (FAPET)
Langkah ini diambil untuk memperkuat daya tarik UB, terutama di wilayah Jawa Timur yang selama ini menjadi basis peminat terbesar.
Sistem UTBK 2026 Dirancang Lebih Ketat
Nah, salah satu yang paling menarik adalah perubahan pada sistem keamanan UTBK 2026.
Arif Hidayat menekankan bahwa seluruh komputer peserta kini tidak lagi memakai hard disk, melainkan dijalankan langsung melalui flash disk khusus yang terhubung ke server pusat Universitas Brawijaya.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah potensi manipulasi perangkat lunak hingga akses jarak jauh yang sempat terjadi pada UTBK tahun lalu.
“Tahun lalu itu ada beberapa komputer yang diremote dari luar,” kata Arif yang memastikan insiden serupa tidak akan muncul lagi pada UTBK 2026.
Baca Juga: Kesulitan Cek PIP Desember 2025? Begini Cara Menemukan NISN dan Memastikan Status Penerima
Untuk menjaga stabilitas sistem baru ini, UB juga menambah infrastruktur server.
Jika pada 2025 satu server melayani 250 komputer, maka mulai 2026 satu server hanya boleh menangani 200 komputer.
Dengan total 1.600 komputer, UB menargetkan penambahan tiga server baru sehingga totalnya menjadi delapan. ***




