POJOKSATU.id - Universitas Brawijaya atau UB merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang berdiri atas keputusan Presiden Republik Indonesia pada 11 Juli 1961.

Nama Brawijaya diambil dari gelar raja-raja Kerajaan Majapahit, simbol kejayaan Nusantara yang kemudian menjadi ruh dalam pengembangan kampus ini.

UB resmi berstatus sebagai universitas negeri pada 5 Januari 1963 dan sejak saat itu berkembang pesat sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia.

Seiring waktu, UB tumbuh menjadi kampus besar dengan jumlah mahasiswa yang kini menembus lebih dari 60 ribu orang.

Baca Juga: Dana TPG THR Sudah Turun dari Pusat, Tapi Guru Belum Terima, Ini Titik Masalah di Daerah

Program pendidikannya lengkap, mulai dari vokasi, sarjana, magister, doktor, pendidikan profesi, hingga dokter spesialis.

Keragaman bidang keilmuan ini menjadikan UB sebagai magnet bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Tanah Air, bahkan dari luar negeri.

Dari sisi fasilitas akademik, UB dikenal sangat lengkap.

Kampus ini memiliki perpustakaan modern, laboratorium terpadu, hingga berbagai lembaga penunjang.

Lembaga tersebut yaitu Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Lembaga Penjaminan Mutu.

Baca Juga: Mau Jadi Public Relation? Ini Jalur Karier dan Skill yang Wajib Kamu Punya

Selain itu ada juga International Office, UB Press, hingga kawasan riset seperti UB Forest dan Agrotechnopark.

Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat peran UB sebagai universitas riset yang aktif berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Kehidupan mahasiswa di UB juga ditopang oleh fasilitas nonakademik yang memadai.

Terdapat berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa, pusat olahraga seperti Pertamina Sport Arena, Samantha Krida Hall, Widyaloka Hall, hingga lapangan olahraga di kawasan Kampus Dieng.

Baca Juga: NRG Lulusan PPG 2025 Belum Terbit, Ini Penyebab Utamanya dan Langkah Aman Agar Tunjangan Profesi Tidak Tertunda

Fasilitas ini mendukung pengembangan minat, bakat, dan karakter mahasiswa di luar ruang kelas.

Untuk kebutuhan penunjang, UB menyediakan asrama mahasiswa, asrama mahasiswa internasional, armada bus kampus, masjid Raden Patah, kantin halal, bank dan ATM center, hingga koperasi.

Bahkan, bagi lulusan dan alumni, tersedia layanan pengembangan karier, kewirausahaan, serta inkubator bisnis yang dirancang untuk menjembatani dunia akademik dan dunia kerja.

Di era digital, UB juga dikenal adaptif.

Sistem informasi akademik, pendaftaran mahasiswa baru daring, portal layanan terpadu, hingga dukungan teknologi informasi dengan jaringan internet berkapasitas besar menjadi bagian penting dari layanan kampus.

Baca Juga: Anak-anak di Pengungsian Kuala Simpang Aceh Tamiang Minta Alat Tidur, Gerakan Anak Negeri Langsung Penuhi

UB juga melengkapi diri dengan fasilitas keselamatan dan kesehatan seperti klinik, rumah sakit universitas, ambulans, layanan pemadam kebakaran, serta e-konseling bagi sivitas akademika.

Dari sisi mutu, Universitas Brawijaya telah meraih akreditasi nasional peringkat A dan diakui oleh berbagai lembaga akreditasi internasional.

Sejumlah program studi UB tersertifikasi lembaga global, termasuk di bidang bisnis, teknik, pertanian, dan kesehatan.

Keanggotaan UB dalam jaringan penjaminan mutu ASEAN turut menegaskan posisi UB sebagai kampus yang diakui di tingkat regional dan internasional.

Baca Juga: TPG Masuk THR 2025 Cair Tapi Tak Serempak! Ini Fakta, Penjelasan Pemerintah, dan Sikap Guru yang Disarankan

Dengan sejarah panjang, fasilitas lengkap, dan komitmen kuat pada kualitas pendidikan, Universitas Brawijaya terus melangkah sebagai kampus negeri yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga matang secara visi.

Dari Malang, UB membuktikan bahwa pendidikan tinggi Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia, sambil tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian. ***