POJOKSATU.id - Berdirinya Universitas Hindu Indonesia (UNHI) tidak bisa dilepaskan dari semangat luhur para Majelis Agama Hindu, yang ingin membangun asrama Pangadyayan sebagai pusat mempelajari dharma.

Gagasan besar itu tertuang dalam keputusan bersejarah yang dikenal sebagai Piagam Campuhan Ubud, hasil pertemuan Dharmacrama di Campuhan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Butir II Piagam Campuhan Ubud menjadi tonggak berdirinya perguruan tinggi agama Hindu bernama Maha Widya Bhawana atau Institut Hindu Dharma (IHD).

Baca Juga: Tangis Haru di Sekolah Rakyat, Orangtua Rasakan Perubahan Nyata pada Anak

Dua tahun setelah gagasan itu mengemuka, tepat pada 3 Oktober 1963 bertepatan dengan Purnama Kartika, lahirlah lembaga pendidikan tinggi agama Hindu pertama di Nusantara.

Pada masa awal, IHD mengelola dua fakultas, yakni Fakultas Agama dan Kebudayaan serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Biologi.

Keberadaan dua fakultas ini mencerminkan kebutuhan saat itu: menjaga kelestarian agama dan kebudayaan sekaligus menggali makna Kitab Usada sebagai warisan ilmu pengobatan tradisional.

Tingginya animo masyarakat mendorong pengembangan kelembagaan.

Baca Juga: BOP dan BOS Madrasah Tahap 1 Tahun 2026 Disiapkan, Ini Syarat, Jadwal, dan Alur Pencairannya

Sejumlah fakultas baru dibuka hingga IHD memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Agama, Fakultas Ilmu Pendidikan Agama, Fakultas Hukum Agama, serta Fakultas Sastra dan Filsafat Agama.

Dalam perjalanannya, IHD berhasil menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Namun setelah tiga dekade, tantangan zaman kian kompleks.

Lulusan IHD dinilai perlu memiliki daya saing lebih luas agar mampu bersaing di dunia kerja nasional.

Baca Juga: Kolegium MK

Kesadaran inilah yang melahirkan gagasan transformasi kelembagaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dharma.

Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75/D/O/1993 tertanggal 19 Mei 1993, secara resmi berdirilah Universitas Hindu Indonesia di Kota Denpasar.

Transformasi ini menjadi babak baru dalam perjalanan pendidikan tinggi Hindu di Indonesia.

Visi UNHI adalah menjadi universitas unggulan berkelas dunia dan pusat pengkajian ilmu pengetahuan dan teknologi berlandaskan nilai-nilai dharma.

Baca Juga: Kabar Gembira! Update Pencairan TPG ASN Februari: Menuju Rekomendasi Salur Kemenkeu

Misi yang diemban pun luas, mulai dari penyelenggaraan pendidikan tinggi berdaya saing global, penelitian inovatif berbasis kearifan lokal dan spiritualitas, hingga pengabdian masyarakat yang partisipatif dan berkelanjutan.

Tujuan UNHI diarahkan untuk melahirkan lulusan profesional berkarakter dharma, mendorong inovasi ilmiah yang transformatif, serta membangun ekosistem akademik yang unggul dan berwawasan global.

Dari semangat Piagam Campuhan Ubud hingga pengakuan resmi sebagai universitas, perjalanan UNHI menjadi cermin bahwa nilai dharma dan kemajuan ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring.

Baca Juga: Simulasi TKA 2026 SMP Resmi Dimulai, Siswa Masih Sampling, Ini Jadwal dan Cara Ikut Online

Sebuah jejak sejarah yang bukan hanya tentang lembaga pendidikan, tetapi tentang tekad menjaga identitas sekaligus menjawab tantangan zaman dengan kebijaksanaan. ***