POJOKSATU.id - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mulai berlangsung pada Selasa 21 April 2026.

Di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ribuan peserta mengikuti seleksi dengan dukungan fasilitas yang disiapkan kampus, termasuk layanan khusus bagi peserta berkebutuhan khusus atau difabel.

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Undip tahun ini diikuti sebanyak 23.933 peserta.

Baca Juga: Minta Ketimpangan PTN dan PTS Diakhiri, UMY Dorong Pemerintah Revisi Aturan Penerimaan Mahasiswa

Dari jumlah tersebut, terdapat enam peserta difabel yang terdiri atas tiga peserta tuna daksa dan tiga peserta tuna rungu.

Panitia UTBK-SNBT Undip menyiapkan pendampingan secara proporsional untuk menjaga integritas ujian sekaligus memastikan kenyamanan peserta berkebutuhan khusus selama proses seleksi berlangsung.

Langkah yang dilakukan antara lain pemetaan lokasi ujian ramah disabilitas dengan memanfaatkan gedung yang memiliki fasilitas lift serta ruang ujian adaptif sesuai kebutuhan peserta.

Baca Juga: 83,8 Persen Warga Puas, Perubahan Pendidikan di Bandung Kian Terasa dari Kelas hingga Kesehatan Mental Siswa

Penempatan Strategis untuk Peserta Difabel
Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas, menjelaskan penempatan peserta difabel dilakukan secara strategis.

Di antaranya, peserta ditempatkan di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan guna menunjang kebutuhan mobilitas peserta tuna daksa.

“Layanan dan fasilitas ini sesuai dengan prosedur pelayanan yang telah disusun sesuai standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan. Undip melakukan itu juga demi memberikan perhatian serius terhadap detail teknis di lapangan guna meminimalisir kendala fisik bagi peserta,” katanya.

Baca Juga: Menteri Respons Kecurangan UTBK 2026, Semua Temuan Akan Didalami dan Diproses

Menurut Paramita, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa universitas tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan.

Peserta Disebut Puas dengan Fasilitas
Paramita menyebut para peserta disabilitas memberikan respons positif terhadap layanan yang disediakan kampus selama pelaksanaan ujian.

“Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan oleh Undip. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan fasilitas kami dengan keperluan para peserta disabilitas tersebut secara maksimal,” jelasnya.

Baca Juga: Kepala BGN Dadang Hindayana Klarifikasi, 19 Ribu Sapi untuk MBG Itu Ternyata Beranda-andai

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa kesiapan teknis bukan hanya soal komputer dan ruang ujian, tetapi juga bagaimana peserta merasa dilayani dengan layak.

Pengawasan Tetap Ketat dan Setara
Meski memberikan layanan khusus, Undip tetap menerapkan protokol keamanan dan pemeriksaan yang ketat bagi seluruh peserta.

Salah satunya melalui penggunaan metal detector untuk mencegah segala bentuk kecurangan.

Langkah tersebut dilakukan sesuai Standar Operational Procedure (SOP) dari panitia pusat guna menjaga kredibilitas hasil ujian.

Dengan memadukan layanan inklusif dan pengawasan yang tegas, Undip berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 berjalan sukses, jujur, dan memberi pengalaman ujian yang suportif bagi seluruh calon mahasiswa. ***