POJOKSATU.id - Universitas Baturaja (Unbara) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang terus menunjukkan perkembangan signifikan di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Berdiri sejak 8 Juli 1999 berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 111/D/O/1999, kini Unbara telah memasuki usia 25 tahun dengan berbagai pencapaian yang terus berkembang.

Seiring dinamika dunia pendidikan yang makin kompetitif, Unbara tak tinggal diam.

Baca Juga: Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah Lewat Inovasi Pembiayaan

Kampus ini terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, baik dari sisi akademik maupun tata kelola kelembagaan.

Hal ini sejalan dengan visi besar yang diusung, yakni menjadi universitas unggul dan berkarakter dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi pada tahun 2030.

Visi tersebut bukan sekadar slogan. Unbara menegaskan kualitasnya melalui pernyataan mutu “unggul dan berkarakter” yang menjadi fondasi dalam setiap langkah pengembangan kampus.

Baca Juga: Unika Santo Thomas Medan: Sejarah Panjang, Fakultas Lengkap, dan Perkembangan Akademik yang Terus Melesat

Ini jadi bukti kalau arah kampus memang dirancang matang untuk jangka panjang.

Dalam menjalankan misinya, Unbara fokus pada tiga pilar utama pendidikan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Semua itu diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Jalan Makmur

Selain itu, Unbara juga menargetkan peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing secara global.

Caranya dengan memperkuat kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa.

Tak hanya itu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga terus didorong dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki kampus.

Kerja sama dengan berbagai pihak atau stakeholder juga menjadi perhatian penting.

Baca Juga: Massa Aksi di BPK RI Desak Audit Dugaan Kredit Bermasalah Kalla Group di Proyek PLTA Poso

Melalui kemitraan ini, Unbara berupaya mengembangkan hak atas karya intelektual, mempublikasikan hasil penelitian, hingga memanfaatkannya di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Dari sisi tujuan, Unbara ingin menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Lulusan yang dihasilkan diharapkan tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya karakter kuat dan daya saing tinggi.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Tuduhan Makar ke Saiful Mujani Mengada-ada, Buang-buang Waktu Saja

Menariknya lagi, dalam rencana strategisnya, Unbara mengusung konsep PAKAM sebagai nilai dasar pengembangan kampus.

Istilah ini diambil dari bahasa daerah Sumatera Selatan yang berarti hebat, bagus, dan mantap.

PAKAM sendiri merupakan singkatan dari Professional, Attitude, Knowledge, Acceleration, dan Modern.

Baca Juga: Joki UTBK 2026 Mulai Ketar-ketir, Panitia Pakai AI dan Sudah Kantongi 2.940 Data Anomali

Konsep PAKAM ini menjadi identitas khas Unbara dalam membangun kualitas pendidikan.

Bukan cuma keren dari segi istilah, tapi juga sarat makna karena menggabungkan nilai lokal dengan standar global.

Ke depan, Unbara menargetkan diri sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) periode 2020-2025 yang menegaskan peran strategis kampus dalam dunia akademik.

Baca Juga: Hacker Kupang Jual Alat Peretas via Online Raih Rp 25 Miliar, Lulusan SMK Belajar Autodidak

Di usianya yang terus bertambah, Unbara menunjukkan bahwa perkembangan bukan sekadar angka, tapi soal konsistensi dan arah yang jelas. Dengan semangat unggul dan berkarakter, kampus ini perlahan tapi pasti menapaki jalannya menuju masa depan pendidikan yang lebih bermakna.***