POJOKSATU.id - Universitas Andalas (Unand) kerahkan mahasiswa sebagai bentuk pengabdian nyata di tengah masyarakat, salah satunya berperan dalam pemulihan pascabencana banjir di Sumatra Barat (Sumbar).

Langkah strategis ini sekaligus dan perkuat peran Unand sebagai agen pemulihan dan solusi.

Fokus utama adalah kontribusi dalam Pemulihan menyeluruh pasca bencana alam yang melanda. Semua upaya diarahkan untuk mendukung proses pascabencana di berbagai wilayah terdampak.

Sebanyak 400 mahasiswa ditugaskan sebagai enumerator untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap kerusakan rumah di berbagai kabupaten/kota.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Kenaikan Gaji ASN 2026 Bergantung Kinerja Keuangan Kuartal I

Data yang terkumpul akan menjadi dasar bagi program perbaikan rumah warga, dengan lebih dari 20 ribu unit yang akan diverifikasi tingkat kerusakannya.

Rektor Unand, Prof. Efa Yonnedi menyatakan komitmen universitas sebagai mitra solusi dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain tim verifikasi, sekira 3.500 mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga turut membantu masyarakat dalam proses pemulihan.

Unand tengah menjajaki kerja sama berkelanjutan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tidak hanya untuk respons darurat tetapi juga untuk program membangun daerah yang lebih tangguh.

Baca Juga: Nasib Kenaikan Gaji ASN 2026 Ditentukan Kuartal I, Ini Kata Menkeu Purbaya

Rektor menekankan pentingnya penerapan teknologi kebencanaan, seperti sistem peringatan dini berbasis sains, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Di sisi internal, Unand sendiri menghadapi dampak bencana. Intake Ladang Sikabau, sumber utama air bersih kampus, rusak akibat longsor sejak akhir November.

Perbaikan pipa sepanjang total sekira 185 meter di tiga titik lokasi menghadapi tantangan medan berat, akses terbatas, hingga ancaman satwa liar seperti harimau.

Pekerjaan yang memerlukan pengangkutan manual material ini ditargetkan selesai paling lambat 1 Maret 2026.

Baca Juga: Mahasiswa Terdampak Bencana Dapat Keringanan UKT, IPB University Terapkan Skema Khusus, Minimal Berlaku Satu Semester

DWP UNAND Gelar Bimtek Trauma Healing untuk Penyintas

Sebagai bentuk kepedulian, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unand menyelenggarakan Bimbingan Teknis Trauma Healing bagi anggotanya.

Kegiatan yang diikuti 25-30 peserta ini bertujuan membekali keterampilan pendampingan psikososial dan spiritual bagi penyintas bencana.

Ketua DWP UNAND, Dr. Laila Isrona, menekankan bahwa relawan perlu memiliki pengetahuan dan kepekaan yang memadai agar dapat memberikan dukungan yang tepat, bukan justru menimbulkan luka baru.

Bimtek ini menghadirkan materi penguatan spiritual serta pelatihan Psychological First Aid (PFA) melalui simulasi interaktif, sebagai bagian dari rencana pendampingan berkelanjutan lima tahap.

Baca Juga: TPG Bisa Tertunda Jika NUPTK Bermasalah, Ini Hubungannya dengan NRG dan Cara Cek Lewat Verval PTK

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil Unand menunjukkan komitmen multi-aspek: dari respons teknis dan logistik, penguatan data, kolaborasi institusi, hingga pemulihan psikologis korban, dalam mendukung Sumatera Barat bangkit dari bencana. ***